PILIHAN REDAKSI

Catatan Pinta Nirwana: Tradisi Bararak di Pasaman

PERNIKAHAN  ialah dimana sebuah laki laki dan perempuan yang telah matang melanjutkan ke jenjang yang lebih serius biasanya usia...

Advertorial

Pesan Menohok, Mantan Perwira TNI Ini Minta Presiden Jokowi Tiru Soeharto dan Pilih Mundur

          Pesan Menohok, Mantan Perwira TNI Ini Minta Presiden Jokowi Tiru Soeharto dan Pilih Mundur
Pesan Menohok, Mantan Perwira TNI Ini Minta Presiden Jokowi Tiru Soeharto dan Pilih Mundur
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan perwira TNI, Ruslan Buton memberikan pesan menohok kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait kondisi bangsa Indonesia hari ini.

Hal itu disampaikan Ruslan di kanal YouTube Refly Harun. Dia pun mengaku telah menulis surat untuk negeri ini yang berisi soal keprihatinan terhadap Indonesia yang ia tujukan secara khusus pada Presiden Jokowi.

Menurut Ruslan Buton, Jokowi seharusnya bisa meniru gaya kepemimpinan Presiden ke-2 Indonesia, Soeharto, yang legowo memilih mundur dari jabatannya untuk menghindari pertumpahan darah sesama anak bangsa.

“Pak Harto itu menghindari pertumpahan darah anak bangsa. Dalam kondisi tekanan, menghindari pertumpahan darah, beliau (Soeharto) mengumumkan kemunduran diri,” katanya, dilansir dari Suara.com pada Kamis, 12 Mei 2022.

Namun, Jokowi tidak melakukan hal sama. Ruslan berharap, Jokowi sebaiknya mengundurkan diri jika sudah tidak mampu mengurus Indonesia.

“Nah di eranya Pak Jokowi, kita tidak melihat seperti itu. Jadi intinya surat itu berisi keprihatinan dan menyarankan agar Jokowi mengundurkan diri, kalau sudah tidak mampu. Nah sebaiknya mundur, itu langkah terbaik dan terhormat,” imbuhnya.

Dia berani mengatakan hal tersebut karena menurutnya itu merupakan kebebasan berpendapat.

“Saya anggap (Jokowi) sudah tidak mampu. Kan dilindungi oleh Undang-Undang kebebasan berpendapat itu,” tuturnya.

Seperti diketahui, jabatan periode kedua Jokowi masih sekitar dua tahun lagi hingga Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Namun, beberapa waktu ke belakang, sempat muncul isu penundaan Pemilihan Umum (Pemilu) sehingga muncul peluang Jokowi menjabat hingga 2027 atau mungkin tiga periode.

Isu penundaan pemilu mulanya digaungkan oleh Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan (Zulhas) dan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar (Cak Imin).

Zulhas mengatakan ada beberapa alasan mengapa Pemilu 2024 perlu diundur.

Pertama, Jokowi dinilai masih yang terbaik berdasarkan hasil survei. Kedua, situasi pandemi Covid-19 yang belum juga usai dan memerlukan perhatian khusus.

Berikutnya, kondisi perekonomian yang belum stabil. Hal ini membuat pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat masih perlu melakukan pemulihan untuk kembali bangkit.

Sumber: Suara.com
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »