PILIHAN REDAKSI

PDIP Tak Percaya Hasil Survei Ganjar, Ketum Tegar Merespons Keras

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Umum Teman Ganjar (Ketum Tegar) Rinto Wardana merespons keras pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyant...

Advertorial

Sopan Santun di Keramaian Ajaran Masyarakat Minang

          Sopan Santun di Keramaian Ajaran Masyarakat Minang
Sopan Santun di Keramaian Ajaran Masyarakat Minang
SAAT ini hampir setiap rumah ada kursi, permadani, tikar dan alat tempat duduk lainnya, namun perlu diketahui bahwa semua alat itu di Minangkabau sudah lazim dipakai orang. Tetapi pada acara-acara tertentu orang Minang masih sering menggunakan tikar untuk tepat duduk. Misalnya pada acara malewakan Gala, baralek, mufakat kaum, kematian dan lain-lain. Oleh karena itu cara duduk seseorang di Minangkabau memperlihatkan Budi orang itu. 

Duduk di tikar bagi laki-laki di Minangkabau adalah duduk baselo atau bersila, Duduk seperti inilah yang disebut duduk beradap cara duduk bersila ini yaitu kedua kaki dilipat teratur, lutut tidak boleh ditegakkan, punggung tidak boleh membungkuk Karena akan merusak tulang punggung. Jadi waktu duduk baselo kaki dilipat dan punggung lurus sehingga duduk bisa bertahan dalam waktu yang lama, kalau letih kaki dapat ditukarkan jika yang pertama kaki kanan di atas dapat dipindahkan kaki kiri yang di atas dan sebaliknya.

Perempuan di Minangkabau juga mempunyai cara duduk yang disebut dengan duduk basimpuah atau bersimpuh, caranya adalah lipat kaki kanan dan kaki kiri di bagian samping pinggul, kaki kanan disusun sejajar dengan kaki kiri, bisa juga dilakukan sebaliknya. Tutuplah baik-baik bagian anggota tubuh yang mungkin akan menimbulkan rasa malu. Dengan posisi duduk seperti itu perempuan akan tampak sebagai wanita yang mulia dan Agung. Wanita itu juga akan terlihat sopan dan anggun. Supaya lebih sopan kita sebagai orang Minang harus duduk pada tempat yang telah ditentukan, dan kita harus memperhatikan pula yang tidak boleh dilakukan saat duduk yang dalam bahasa minangkabaunya disebut dengan Sumbang duduk.

Sumbang duduk menurut adat Minangkabau:

1. Duduk di tepi jalan tanpa ada yang menemani dan tidak ada keperluan
2. Duduk di mana laki-laki banyak duduk dan bermain-main
3. Duduk di atas pintu atau kepala tangga sedangkan orang banyak hilir mudik di tempat itu
4. Duduk berdekad-dekatan dengan family yang laki-laki seperti adik, kakak, mama, ipar, bisan Atau laki-laki lainnya
5. Duduk menyerupai Duduk laki-laki seperti baselo.
Selain itu cara duduk dan tertib duduk ada pula arti duduk dalam kiasan seperti, duduk Upi artinya duduk yang mendatangkan hasil, duduk seorang basampik-sampai, duduk bersama balapang lapang.

Sopan Santun Waktu Makan

Bila kita makan di rumah atau tempat lain seperti di tempat bertamu atau makan dekat orang banyak harus diperhatikan tata cara makan yang baik. Mulai dari cara mengambil makanannya sampai sikap menghadiri makan semuanya diajarkan dalam Minangkabau. Seperti ungkapan petitih orang minangkabau.

Makan sasuok duo suok 
Cukuik katigo paruiklah kanyang
Usah makan sakulek kanyang
Jan minum saraguak abih
Selah cando dipandang urang
Buruak rupo di liek urang 

Baginda nabi muhammad saw juga mengajarkan “makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang”
Bila kita makan bersama orang tua di saat bertamu ke rumah orang lain biarkan terlebih dahulu orang tua mengambil nasi dan lauk pauk, kita menyusul belakangan. Jangan mengambil makanan jauh dari kita bila mengambil nasi Ambillah sedikit-sedikit jangan sampai makanan memenuhi piring karena akan berkesan rakus. 

Saat makan suaplah dengan ujung jari dan kunyahlah dengan mulut tertutup sehingga tidak menimbulkan suara, kunyahlah nasi sampai halus dan terasa manis sehingga tidak menimbulkan suara kunyahlah nasi sampai halus dan terasa manis. Usahakan selesai makan bersamaan jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lambat bila terlalu cepat akan membuat orang tersinggung dan jika terlalu lama akan membuat orang menunggu. 

Bila selesai makan cucilah tangan secara serentak yang didahului oleh orang yang lebih tua kemudian boleh dilanjutkan dengan memakan makanan ringan setelah dipersilahkan oleh tuan rumah. Makan bersama itu ada dua cara yaitu makan berjamba dan makan barampak.

Makan dengan menggunakan sendok dan garpu mempunyai cara yang lain lagi seperti sendok dipegang oleh tangan kanan dan garpu dipegang oleh tangan kiri, waktu mengambil nasi usahakan sendok tidak berbunyi walaupun sendok bersentuhan dengan piring waktu makan sendok yang kita bawa ke mulut bukan mulut yang mengejar sendok bila selesai letakkanlah garpu dan sendok telungkup di atas piring.

Sopan Santun bertamu

Bila bertamu ke rumah seseorang Carilah waktu yang tepat misalnya bertamu atau berkunjunglah di saat orang ada di rumah, lebih baik memberitahu lebih dahulu kedatangan kita, bertamulah di saat tuan rumah sedang tidak sibuk dan tidak sedang istirahat. Jadi yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai dengan kedatangan kita tuan rumah merasa terganggu.

Di Minangkabau Tamu adalah raja, namun kita sebagai tamu tidak boleh bersikap Seenaknya saja. Kita harus mengikuti tata cara bertamu:
1. Waktu kita tiba di rumah orang yang kita kunjungi ketua pintu sambil mengucapkan Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
2. Masuklah ke dalam rumah setelah dipersilahkan masuk oleh tuan rumah
3. Duduklah setelah dipersilahkan duduk oleh tuan rumah
4. Ambillah tempat duduk dengan posisi membelakang ke pintu masuk
5. Sampaikan maksud bertamu setelah suasana mengizinkan.

Bila maksud kita bertemu sudah selesai kita segera pamit pada tuan rumah tidak baik bertemu lama-lama karena akan mengganggu pekerjaan tuan rumah. Waktu akan keluar rumah Ucapkan salam pada tuan rumah sambil bersalaman.

*Penulis: Annisa, Sastra minangkabau, UNAND
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »