PILIHAN REDAKSI

Pemprov DKI Cabut Izin 12 Gerai Holywings, Nikita Mirzani Syok: Kami Punya Ribuan Pegawai Cari Nafkah di Sana

BENTENGSUMBAR.COM - Artis Nikita Mirzani mengomentari pencabutan izin usaha terhadap 12 gerai Holywings di Jakarta. Sebagai sal...

Advertorial

Melihat Liciknya JK Siapkan Anies Jadi Capres Lewat Tim Khusus, Pantas Anak Buahnya Didepak Jokowi dari Kabinet

          Melihat Liciknya JK Siapkan Anies Jadi Capres Lewat Tim Khusus, Pantas Anak Buahnya Didepak Jokowi dari Kabinet
Melihat Liciknya JK Siapkan Anies Jadi Capres Lewat Tim Khusus, Pantas Anak Buahnya Didepak Jokowi dari Kabinet
BENTENGSUMBAR.COM - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun tak habis pikir dengan manuver Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang mulai terang-terangan mendukung Anies Baswedan menjadi Capres 2024.

Dengan kelicikannya JK diam-diam mempersiapkan Anies bertarung pada Pilpres mendatang melalui tim khusus.

“JK siapkan pasukan khusus untuk menangkan Anies karenia dia king maker. Untuk diketahui JK dan Anies sangat dekat dan sudah menjadi rahasia umum,” kata Refly lewat Channel YouTube-nya, Rabu (22/6/2022).

Dukungan JK terhadap Anies bukan kali ini saja terjadi. Menurut Refly, pada Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, JK tercatat menjadi orang yang mendongkrak Anies hingga bisa menjadi Gubernur.

“Kendati Prabowo yang usung Anies secara formal di Pilkada DKI Jakarta, tapi jangan lupa king makernya adalah JK yang menelpon ke Prabowo dan PKS untuk usung Anies,” ungkapnya.

Oleh sebab itu secara chemistry, Anies lebih dekat dengan JK ketimbang Prabowo Subianto.

“JK sebagai king maker yang harus diperhitungkan, mungkin juga dengan Surya Paloh, SBY, Megawati, dan mungkin Luhut Pandjaitan,” kata Refly.

Barangkali, karena kelicikan JK ini yang membuat Presiden Jokowi tak lagi memperhitungkannya untuk bekerja dalam kabinet Indonesia Maju.

Pasalnya, beberapa waktu lalu orang yang dikenal dekat dengan JK, Sofyan Djalil, didepak dari kursi menteri ATR/BPN.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai Sofyan Djalil sangat tidak layak di-reshuffle. 

Sebab, selama ia menjadi menteri yang menangani pertanahan ini kinerjanya cukup baik.

"Tapi berbeda halnya bila reshuffle atas dasar akomodir politik, maka Sofyan Djalil sangat berpeluang di reshuffle. Sebab, Sofyan Djalil orangnya Jusuf Kalla yang sudah tidak lagi seirama dengan politiknya Jokowi," kata dia.

Sumber: Poskota
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »