PILIHAN REDAKSI

Anggota Komisi II DPRD Sumbar Syamsul Bahri Prihatin Lihat Kondisi Jalan Masyarakat

BENTENGSUMBAR.COM - Saat mengunjungi Mahakarya dan Koto Baru Pasaman Barat dimasa reses sidang ke-3, Anggota komisi II DPRD Sum...

Advertorial

Pendeta Gilbert Protes Rendang Babi Dipermasalahkan tapi Bakpao Bakmi Tidak, Novel PA 212: Umat Islam Marah!

          Pendeta Gilbert Protes Rendang Babi Dipermasalahkan tapi Bakpao Bakmi Tidak, Novel PA 212: Umat Islam Marah!
Pendeta Gilbert Protes Rendang Babi Dipermasalahkan tapi Bakpao Bakmi Tidak, Novel PA 212: Umat Islam Marah!
BENTENGSUMBAR.COM – Pendeta Gilbert Lumoindong protes terkait menu rendang babi yang jadi dipermasalahkan, tetapi masakan jenis lain dengan daging babi seperti bakpao, bakmi, bakcang siomay, dimsum, pangsit, dan capcay tidak.

Pendeta Gilbert menatakan semua menu bebas dimask dengan babi, ayam, sapi, kambing selama yang makan mau mengkonsumsinya.

“Bakpao, bakmi, bakcang siomay dinsum, pangsit, capcay bebas dimask dengan babi, ayam, sapi, kambing selama yang makan doyan kenapa rendang babi bermasalah ya? Sebuah pertanyaan,” kata Pendeta Gilbert Lumoindong seperti dikutip dari akun Twitter pribadinya @PastorGilberL pada Sabtu, 11 Juni 2022.

Sementara, Wasekjen Ikatan Alumni Persaudaraan Alumni atau PA 212 Novel Bamukmin menyebut umat Islam marah karena ada menu rendang babi.

Novel Bamukmin menegaskan Rumah Makan Padang Babiambo yang menjual menu rendang babi telah mencoreng dan melukai orang Padang.

Menurutnya, rumah makan Padang menunya telah pasti 100 persen halal.

"Tindakan penjual daging babi atas nama rumah makan padang jelas sangat mencoreng dan melukai orang padang,” kata Novel Bamukmin seperti yang dikutip dari jaringan media Suara pada Sabtu, 11 Juni 2022.

“Karena rumah makan Padang sudah jelas 100 persen halal dan adat Padang sudah lekat dengan syariat Islam yaitu adat basandi syara, syara basandi kitabullah," imbuh Novel Bamukmin.

Pria yang juga mantan juru bicara FPI itu menuntut agar aparat kepolisian menyelidiki pemilik Rumah Makan Padang Babiambo.

Hal itu lantaran telah membuat kegaduhan dan bisa menyulut kemarahan umat Islam yang berpotensi akan membuat perhitungan sendiri pada pemilik restoran itu.

"Untuk itu polisi harus usut dan tangkap karena jelas sudah membuat kegaduhan yang bukan orang Padang saja yang marah akan tetapi umat Islam marah dan kalau tidak ditindak tegas bisa menyulut umat Islam untuk membuat perhitungan sendiri," tandasnya.

Novel Bamukmin mengatakan hanya pada rezim ini ada tindakan yang terus menyerang syiar Islam.

Novel memaparkan hal ini akan berdampak pada melemahnya nilai sila pertama Pancasila yakni. Ketuhanan yang Maha Esa.

"Dengan tujuan akan terus terjadi pelemahan pelemahan nilai nilai agama Islam, yang otomatis juga melemahkan pancasila yaitu dalam sila pertama, Ketuhanan yang Maha Esa, yang dimana dimasa sebelum rezim ini tidak pernah terjadi," jelasnya.

"Sudah maraknya kembali kemungkaran, maksiat secara terang terangan," lanjutnya.

Untuk diketahui, Polsek Kelapa Gading menerima laporan dan melakukan pemeriksaan pada pemilik Rumah Makan Padang Babiambo yang menjual menu rendang daging babi di Kelapa Gading, Jakarta Timur.

Polsek Kelapa Gading kemudian merespon adanya laporan tersebutdan melakukan pemeriksaan.

Sumber: HopsID
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »