PILIHAN REDAKSI

Pemprov DKI Cabut Izin 12 Gerai Holywings, Nikita Mirzani Syok: Kami Punya Ribuan Pegawai Cari Nafkah di Sana

BENTENGSUMBAR.COM - Artis Nikita Mirzani mengomentari pencabutan izin usaha terhadap 12 gerai Holywings di Jakarta. Sebagai sal...

Advertorial

Terkait Khilafatul Muslimin, PC PMII Padang Apresiasi Tindakan Tegas Kapolda Sumbar

          Terkait Khilafatul Muslimin, PC PMII Padang Apresiasi Tindakan Tegas Kapolda Sumbar
Terkait Khilafatul Muslimin, PC PMII Padang: Apresiasi Tindakan Tegas Kapolda Sumbar
BENTENGSUMBAR.COM -Terdeteksinya pengikut Khilafatul Muslimin di wilayah hukum Polda Sumatera Barat perlu mendapat perhatian adanya penyebaran paham dan pemikiran kelompok tersebut di kalangan mahasiswa di Sumatera Barat, khusus di Kota Padang.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Padang Khairul Arif, Senin (20/6/2022) di Padang. 

Khairul mengungkapkan hal itu  menanggapi pernyataan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Teddy Minahasa beberapa hari lalu yang mengakui adanya pengikut Khilafatul Muslimin terdeteksi   di wilayah hukumnya. 

“Kita patut apresiasi tindakan persuasif, prefentif dan “badunsanak” yang dilakukan Kapolda Sumbar. Sehingga pencegahan dan penindakan terhadap pengikut khilafatul muslim bisa berjalan aman," katanya.

Menurut Khairul Arif, pihak kepolisian yang sudah menangkap pimpinan Khilafatul Muslimin dan membubarkan aktifitas kelompok tersebut karena dinilai bertentangan dengan ideologi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Bahkan diduga berniat hendak menggantikan ideologi bangsa yang sudah menjadi kesepakatan oleh para pendiri Republik Indonesia ini.

“Karena itu, kelompok-kelompok mahasiswa yang juga dinilai menyebarkan paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia yakni Pancasila juga patut dicurigai. Sehingga tidak menyebar dan menimbulkan masalah dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat nantinya,” kata Khairul Arif menambahkan.

Menurut Arif, walaupun organisasinya sudah dibubarkan pemerintah, namun kelompok tersebut muncul dengan “baju baru” yang isinya masih mirip seperti kelompok yang sudah dibubarkan. 

Hal ini perlu diwaspadai agar tidak menjadi membesar di kemudian. (AT)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »