Advertorial

Daerah

Ahyudin Sebut ACT Kelas Dunia, Wajar Gaji Besar, Guntur Romli Sindir: ACT, Agama Cuma Topeng

          Ahyudin Sebut ACT Kelas Dunia, Wajar Gaji Besar, Guntur Romli Sindir: ACT, Agama Cuma Topeng
Ahyudin Sebut ACT Kelas Dunia, Wajar Gaji Besar, Guntur Romli Sindir: ACT, Agama Cuma Topeng
BENTENGSUMBAR.COM – Mantan petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin mengatakan, ACT yayasan kelas dunia, wajar gajinya besar.

Pernyataan ini langsung mendapat sindiran keras dari politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Mohamad Guntur Romli.

Sindiran itu, ia lontarkan melalui akun Twitter @GunRomli pada Senin, 4 Juli 2022.

“Agama Cuma Topeng (ACT),” tulis Guntur Romli.

“Yg nyumbang disodorin janji-janji agama. Yg ngelola memperkaya diri dgn fasilitas duniawi & mewah,” lanjut Guntur Romli.

Tentang gaji petinggi ACT ini diangkat dalam laporan utama majalah Tempo yang berjudul ‘Kantong Bocor Dana Umat’ pada Minggu, 3 Juli 2022.

Laporan tersebut membuat media sosial ramai dengan tagar #AksiCepatTilep dan #JanganPercayaACT.

Dalam laporan tersebut, Ahyudin saat masih menjadi petinggi di ACT dikatakan menerima gaji besar yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. 

Selain itu, Ahyudin disebut mendapat tiga mobil mewah, yakni Alphard, Pajero Sport, dan Honda CR-V.

“ACT itu bukan sekadar yayasan biasa, ACT adalah foundation kelas dunia, program kerja, jaringan dan sumber pendanaannya juga dunia,” kata mantan Presiden ACT, Ahyudin, seperti dilansir detik.com, Senin, 4 Juli 2022.

Ahyudin menyatakan, dalam lima tahun terakhir, donasi yang masuk di ACT mencapai Rp 3 triliun. Menurut dia, dengan hal itu, wajar bila gaji di ACT besar.

“Dalam 5 tahun terakhir sejak 2017 sampai dengan 2021, total dana (donasi) masuk yang dikelola ACT mencapai hampir Rp 3 triliun. Dana sebesar ini adalah dana yang digalang ACT dari dominan donor nasional maupun donor internasional,” papar Ahyudi.

“Dengan performance ACT seperti ini, wajar menurut ukuran profesionalitas semua SDM ACT mendapatkan remunerasi atau gaji yang besar, sebab standar kerjanya juga besar, kontribusinya juga besar. Semua SDM inti ACT dari top leader hingga OB (office boy) bekerja tanpa kenal waktu, sebab karakter kerja kemanusiaan mengharuskan seperti itu,” lanjut Ahyudin.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »