Advertorial

Daerah

Jokowi Ingatkan Harga Pertalite Rp 7.650 Akan Naik Seperti Negara Lain Rp 31 Ribu Per Jika Terjadi Hal Ini

          Jokowi Ingatkan Harga Pertalite Rp 7.650 Akan Naik Seperti Negara Lain Rp 31 Ribu Per Jika Terjadi Hal Ini
Jokowi Ingatkan Harga Pertalite Rp 7.650 Akan Naik Seperti Negara Lain Rp 31 Ribu Per Jika Terjadi Hal Ini
BENTENGSUMBAR.COM - Beberapa hari terakhir geger pembelian Pertalite harus pakai MyPertamina agar tepat sasaran dan harganya bertahan.

Jokowi ingatkan harga Pertalite Rp 7.650 akan naik seperti negara lain Rp 31 ribu per liter jika terjadi hal ini tidak jebol.

Pembelian Pertalite menggunakan aplikasi agar subsidi tidak jebol sehingga harganya tetap bisa bertahan.

Jika subsidi jebol atau melebihi kuota bisa saja harga Pertalite akan naik tinggi.

Walau harga Pertalite sampai kini masih bisa bertahan namun Presiden Joko Widodo mengingatkan.

Katanya perang Rusia dan Ukraina mempengaruhi harga pangan dan energi di dunia.

Sebelum pandemi Covid-19, harga minyak dunia 60 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.

Sekarang menyentuh di kisaran 100 dolar AS per barel. Bahkan sebelumnya sempat menyentuh 120 dolar AS per barel.

"Sudah (naik) dua kali lipat. Hati-hati. Negara kita ini masih kita tahan untuk tidak menaikan yang namanya Pertalite. Negara lain, BBM, bensin, itu sudah di angka Rp 31 ribu," ujar Jokowi saat acara Peringatan Hari Keluarga Nasional di Medan, Sumatera Utara, (7/7/2022).

Presiden memberi contoh di Jerman dan Singapura harga BBM menyentuh Rp 31 ribu per liter. Di Thailand Rp 20 ribu per liter.

Harga-harga tersebut jauh berbeda dengan harga Pertalite di Indonesia.

Hal tersebut lantaran Pertalite disubsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kita masih Rp 7.650. Karena apa? Disubsidi oleh APBN. Jangan tepuk tangan dulu. Ini kita masih kuat, dan kita berdoa supaya APBN masih kuat memberi subsidi. Kalau sudah tidak kuat, mau gimana lagi? Ya kan? Kalau BBM naik ada yang setuju? Tidak. Pasti semua akan ngomong tidak setuju," ujar Jokowi.

Namun, Presiden mengingatkan bahwa Indonesia masih impor separuh kebutuhan BBM, yakni 1,5 juta barel.

Artinya, jika harga BBM dunia naik, maka Indonesia harus membayar lebih banyak.

"Supaya kita ngerti masalah ini. Gas juga sama, internasional sudah naik lima kali. Gas kita impor juga gede banget," ujar Jokowi.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »