Advertorial

Daerah

Polemik Kehadiran UAS, Habib Faqih: Kita Tolak UAS Bukan Tolak Pengajian

          Polemik Kehadiran UAS, Habib Faqih: Kita Tolak UAS Bukan Tolak Pengajian
Polemik Kehadiran UAS, Habib Faqih: Kita Tolak UAS Bukan Tolak Pengajian
BENTENGSUMBAR.COM - Rencana kehadiran Ustadz Abdul Somad alias UAS di Kabupaten Purworejo cukup menghebohkan publik. 

Pasca beredar pamflet dan baliho informasi pengajian, di beberapa titik Kabupaten Purworejo banyak beredar baner penolakan dari masyarakat Kabupaten Purworejo. 

Tak ayal, hal ini menimbulkan situasi yang kurang kondusif termasuk di dunia maya.

Menanggapi hal itu, Habib Faqih Muqoddam Al Babud, pengasuh Pondok Pesantren Al Iman Bulus menyampaikan bahwa penolakan warga Purworejo sangat dapat dipahami karena rekam jejak UAS yang memang kontroversial.

"Saya bisa memahami masyarakat yang menolak, saya tegaskan saya juga menolak. Kenapa, karena rekam jejak kontroversi beliau sudah banyak dan memang cukup meresahkan kita semua,” terangnya, dilansir dari Sorot.co pada Rabu, 13 Juli 2022.

"Jadi jangan dibilang, dengarkan dulu ceramahnya, nanti kan bisa dinilai. Dinilai bagaimana? Rekam jejak digitalnya kan sudah jelas, bahwa beliau ini memang beberapa kali mengeluarkan pendapat yang keras dan mengampanyekan khilafah. Tentu ini tidak tepat disampaikan di negara Indonesia yang telah dibangun di atas pondasi Pancasila,” tambahnya.

Selain itu, Habib Faqih juga mengajak masyarakat untuk cerdas dan tidak mudah digiring opini bahwa masyarajat Purworejo menolak adanya pengajian.

"Saya yakin masyarakat Purworejo cerdas. Jangan mudah lah digiring dengan opini kita menolak pengajian. Siapa yang tidak suka pengajian? Purworejo ini kotanya kyai dan santri. Semua suka pengajian dan semua suka sholawatan. Kita tolak UAS-nya bukan pengajiannya,” tegas habib Faqih.

Ia pun menghimbau agar masyarakat dapat memilih mubaligh yang jelas dalam berdakwah. Bukan penceramah yang memiliki rekam jejak baik dan syarat akan kontroversi.

"Kalau memang tujuannya agar semuanya damai, tentram dan berdakwah, pilihlah ustadz atau kyai yang tidak kontroversi. Biar tujuan ngaji itu bisa jernih dan memang sesuai tujuan awalnya, dakwah yang rahmatan lil alamin, mengasihi semuanya dan mendatangkan kedamaian,” pungkasnya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »