Advertorial

Daerah

Ramai-ramai Tanggapi Gagasan Surya Paloh ‘Lebih Baik Pemilu Tak Usah Digelar’

          Ramai-ramai Tanggapi Gagasan Surya Paloh ‘Lebih Baik Pemilu Tak Usah Digelar’
Ramai-ramai Tanggapi Gagasan Surya Paloh ‘Lebih Baik Pemilu Tak Usah Digelar’
BENTENGSUMBAR.COM – Ketua Umum NasDem Surya Paloh menyampaikan orasi ilmiah usai menerima gelar kehormaan Doktor Honoris Causa (HC) dari Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur.

Ia menyebut, persatuan bangsa menjadi taruhan ketika lahir praktik politik identitas yang buruk terutama dalam mengejar kemenangan Pemilu.

Bahkan, Paloh beranggapan jika Pemilu lebih baik tak perlu digelar jika buntutnya adalah perpecahan bangsa.

“Terlalu pendek akal kita, terlalu tinggi nafsu kita, jika untuk memenangkan pemilu, kita harus mempertaruhkan persatuan dan kesatuan bangsa. Bagi saya pribadi, lebih baik tidak perlu ada pemilu kalau memang konsekuensi pemilu itu berujung pada perpecahan bangsa,” katanya.

Gagasan Paloh ini ditanggapi beberapa politisi terkait dukungan dan penolakan.

PKS: Pemilu Hak Rakyat!

Mardani Ali Sera Selaku Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menanggapi terkait statement Ketua Umum (Ketum) NasDem Surya Paloh yang menyebutkan bahwa pemilu tak perlu digelar jika berujung perpecahan bangsa.

Menanggapi statement tersebut, Mardani Ali Sera mengatakan bahwa pemilu merupakan hak bagi rakyat Indonesia, dan pemilu juga bisa diperbaiki jika ada catatannya.

“Pemilu itu hak rakyat. Jika ada catatan, maka kita perbaiki catatannya,” kata Mardani Ali Sera, Senin (25/7/2022).

Menurutnya, ada kontestasi karya dan gagasan jika terdapat lebih dua pasang calon.

“Jika lebih dari dua pasang calon, biasanya ada kontestasi karya dan gagasan,” ungkapnya.

Maka dari itu, ia menyebutkan bahwa akan mengikuti konstitusi guna menunaikan hak rakyat, yakni pemilu dan juga akan diperbaiki kualitasnya.

“Jadi kita ikut konstitusi untuk tunaikan hak rakyat dengan melaksanakan pemilu sekaligus kita perbaiki kualitas pemilunya,” pungkas Mardani Ali Sera.

Golkar Tegaskan Pemilu Tetap Mesti Digelar

Wakil Ketua Umum DPP Golkar Nurul Arifin menegaskan bahwa Pemilu 2024 tetap mesti digelar sesuai sistem yang ada.

Penegasan ini ia sampaikan merespons pernyataan Ketua Umum NasDem Surya Paloh yang menyebut jika memicu perpecahan bangsa, maka Pemilu tak perlu digelar.

“Statement ini kan terkait politik identitas. Jika bicara sistem, Pemilu harus reguler dilaksanakan,” kata Nurul kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

Kemudian Nurul membahas terkait pentingnya peranan partai politik (parpol) demi mencegah perpecahan bangsa. Parpol, kata Nurul, perlu mengedukasi kadernya untuk menjauhi isu SARA saat kampanye.

“KPU dan Bawaslu telah mengatur bab tentang ini (jauhi isu SARA saat kampanye). Tinggal kita sebagai bagian dari aktor politik untuk tidak terjebak menggunakan isu-isu primordial tersebut,” ujarnya.

Anggota Komisi I DPR RI ini mengungkapkan, Pemilu penting dilaksanakan untuk keberlangsungan sistem pemerintahan. 

Ia bahkan mewanti-wanti para elite politik agar tidak menyerah serta meningkatkan komitmen untuk menjaga persatuan.

“Pemilunya sendiri tetap penting dalam sistem demokrasi dan harus dilaksanakan. Kita tidak boleh menyerah. Masyarakat pastinya melihat elite politiknya. Tugas kita bersama untuk memastikan bahwa komitmen untuk terus bersatu dalam memelihara NKRI,” ujarnya.

PKB Setujui Gagasan Surya Paloh

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendukung orasi Ketua Umum NasDem Surya Paloh perihal lebih baik tak perlu menggelar Pemilu jika berujung perpecahan bangsa karena adanya politik identitas yang buruk.

“Persatuan bangsa harus diletakkan di atas kepentingan politik. Kalau Pemilu justru menumbuhkan polarisasi bangsa lebih baik tidak usah digelar,” ujar Sekjen PKB, M Hasanuddin Wahid kepada wartawan.

Ia menegaskan bahwa partai politik punya peranan penting dalam menggaungkan adanya perbedaan pilihan politik jangan sampai mengorbankan persatuan dan kesatuan bangsa.

“(Kita) harus punya komitmen kuat untuk mengganyang habis politik identitas yang menyebabkan polarisasi bangsa,” imbuh Hasanuddin.

“Para elite politik harus memberikan keteladanan bukan hanya orasi dan statemen saja terkait polarisasi,” tuturnya.

Jawaban NasDem

Menyoal pernyataan Ketua Umum NasDem Surya Paloh perihal ‘lebih baik tak perlu gelar Pemilu jika berujung perpecahan’, mendapat respons dari Waketum NasDem Ahmad Ali.

Menurutnya, pernyataan Surya Paloh ini berangkat dari kegelisahan adanya polarisai pasca Pemilu.

“Itu kan rangkaian pidato dia dan kemudian diceritakan perjalanan bangsa, lalu mekanisme pemilihan kepala daerah yang dilakukan 5 tahun sekali. Kemudian di akhir-akhir kita melihat polarisasi pasca pemilu itu kan begitu kencang kan, kemudian mengancam perpecahan,” kata Ali kepada wartawan, Selasa (26/7/2022).

Ia menuturkan, Surya Paloh menekankan pada dampak pasca Pemilu yang bisa membuat bangsa ini pecah dan bercerai-berai.

“Lebih baik nggak usah pemilu, supaya nggak jadi itu maka pemilu ini kita harus kedepankan bukan hanya kepentingan diri kita, tapi kepentingan untuk memperkecil terjadinya perpecahan itu,” lanjut Ali.

Sumber: Pantau
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »