Advertorial

Daerah

Singgung Perlakuan Polisi ke Bharada E, Purnawirawan Polri: Tokoh Paling Kuat, Sakti, Kekuatannya Melebihi Jendral!

          Singgung Perlakuan Polisi ke Bharada E, Purnawirawan Polri: Tokoh Paling Kuat, Sakti, Kekuatannya Melebihi Jendral!
Singgung Perlakuan Polisi ke Bharada E, Purnawirawan Polri: Tokoh Paling Kuat, Sakti, Kekuatannya Melebihi Jendral!
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan Kadensus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol (Purn) Bekto Suprapto, mengomentari soal baku tembak antara Brigadir J dengan Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif, Irjen Ferdy Sambo.

Purnawirawan Polri itu mengkritik perlakuan istimewa yang dilakukan polisi kepada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E yang menembak Brigadir J dalam insiden maut tersebut hingga tewas.

Bekto bahkan menyebut Bharada E yang merupakan Tamtama Polri seperti lebih sakti dibanding jenderal.

Ia menilai hal itu karena hingga saat ini status Bharada E masih belum jelas, sedangkan dua perwira tinggi dan satu perwira menengah telah dinonaktifkan dari jabatan mereka.

Ketiga orang itu adalah Irjen Ferdy Sambo, Brigjen Pol Hendra Kurniawan, dan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto.

“Bharada E ini terkesan sebagai sosok yang paling menarik perhatian. Bahkan tokoh yang paling kuat. Paling sakti. Dianggap melebihi jenderal kekuatannya,” kata Bekto Suprapto seperti dikutip dari kanal YouTube Polisi Ooh Polisi pada Minggu (31/7/2022).

Selain itu, Bharada E disebut sebagai sosok misterius. Kadiv Hukum Polri, Irjen Pol (Purn) Aryanto Sutadi, bahkan mengatakan kalau pemberitaan mengenainya luar biasa.

Aryanto juga menyinggung soal perlakuan pihak kepolisian yang mengawal Bharada E saat datang ke Komnas HAM.

Pasalnya, menurut Aryanto orang yang dikawal oleh banyak petugas kepolisian hanyalah jenderal.

Ia menimpali, “Yang lebih hebat lagi kemarin dia menghilang. Eh sekarang datang lagi. Dia datang ke Komnas HAM dikawal sama banyak polisi. Yang dikawal kan cuma jenderal. Berarti dia melebihi jenderal.”

“Ada perwira lagi yang mengawal. Mungkin besok-besok dia bisa jadi saksi, jadi tersangka atau enggak jadi. Makanya itu kenapa dia disebut sakti,” tambah Aryanto.

Aryanto juga mengaku tidak pernah mendengar bahwa Bharada E pernah diperiksa oleh. 

Namun, ia meyakini bahwa penyidik sebenarnya sudah melakukan pemeriksaan kepada ajudan Irjen Ferdy Sambo itu.

“Bharada E pasti sudah diperiksa oleh penyidik maupun tim khusus yang dibentuk Kapolri. Kenapa? Keterangan dia bilang membela diri lalu menembak lima kali dari siapa kalau bukan keterangan saksi. Cuma oleh polisi tidak dipublis. Karena itu dianggap bisa mengganggu jalannya penyidikan. Itu lucunya. Alasannya kan sering begitu polisi,” jelas mantan Kapolda Sulawesi Tengah itu.

Setelah itu, Aryanto menyebut kalau nalar publik sudah meyakini bahwa Bharada E lebih sakti karena statusnya yang masih belum jelas di saat jenderal sudah dinonaktifkan.

Ia menyampaikan, “Saya mendengar jika Kapolres Jakarta Selatan itu dinonaktifkan karena ada kekeliruan saat olah TKP. Tiga perwira itu nonaktif untuk menghilangkan hambatan psikologis. Namun, kalau Bhadara E mau dinonaktifkan atau mau dipecat enggak ada pengaruhnya terhadap penyidikan ini.”

Sumber: Populis
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »