Advertorial

Daerah

Upacara Adat Pelepasan Jenazah Harus Dipertahankan

          Upacara Adat Pelepasan Jenazah Harus Dipertahankan
Upacara Adat Pelepasan Jenazah Harus Dipertahankan
BENTENGSUMBAR.COM - Tradisi Basurah adat (Upacara pelepasan jenazah) di Kuranji Pauh secara turun temurun hingga saat ini masih berjalan. Jika Basurah adat tidak di warisi ke generasi saat ini, bisa pudar ditelan zaman.

Maka dari itu, KAN Pauh IX Kuranji mengadakan persembahan Lomba malam Basurah adat yang berlangsung Kamis, (15/7/2022) di halaman kantor KAN (Aula Pukunaga) jalan By Pass.

Pagelaran Basurah Adat Kematian antar 9 tepian yang ada di Kenagarian Pauh IX Kuranji ini dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Pertimbangan Adat (MPA) KAN Pauh IX Kuranji, Irwan Basir Datuk Rajo Alam SH, MM, Kamis (15/7/2022) malam.

Dikatakan Ketua KAN Pauh IX Kuranji, Suardi Dt. Rajo Bujang, kegiatan ini merupakan sebagai langkah mewarisi adat, tradisi dan budaya saat pelepasan jenazah di tapian yang ada di Kuranji ini.

"InsyaAllah acara lomba Basurah adat ini di gelar selama 3 malam, mulai dari 14 hingga 16 Juli 2022," ujar Ketua KAN.

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Adat Kerapatan Adat Nagari (MPA KAN) Pauh IX Kuranji Irwan Basir, SH, MM Dt. Rajo Alam mengatakan, pergelaran Basurah adat kematian ini dalam rangka melestarikan adat Salingka Nagari, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pauh IX Kuranji menggelar Pagelaran Basurah Adat Kematian ke 2 di tahun 2022 ini.

Irwan Basir Datuk Rajo Alam mengawali sambutannya mengapresiasi pelaksanaan Pagelaran Basurah Adat Kematian yang merupakan bagian perwujudan Adat Basandi Syarak -  Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di Nagari Pauh IX Kuranji.

Oleh karena itu, sebut Irwan Basir, Basurah Adat Kematian perlu terus disosialisasikan guna menguatkan tali silaturahmi dalam banagari, bajorong, bakampuang sehingga ketika ada musibah kematian anak kemenakan merasa diperhatikan. Artinya raso dibao naik, pareso dibao turun. 

"Kalau tidak ada yang mewarisi maka perwujudan ABS - SBK di Kenagarian Pauh IX Kuranji akan hilang ditelan zaman, dan itu artinya kita kehilangan warisan," ujar Irwan Basir yang juga Ketua DPD LPM Kota Padang ini.

Dengan demikian, momen ini menjadi agenda Saiyo batido, saciok bak ayam sadancing bak basi, yakni seiya sekata untuk kepentingan bersama serta menghilangkan sikap negatif dan perapektif negatif, tegas Ketua MPA KAN Pauh IX ini.

Seperti halnya, melalui Pagelaran Basurah Adat Kematian yang yang kedua malam ini, sambung Irwan Basir, telah tercipta penguatan budaya yang selama ini diwarisi di Kenagarian Pauh IX Kuranji. Adat nan tak lakang dek paneh, ndak lapuak dek hujan.

"Tentunya harapan kita agenda ini akan terus berlanjut waktu-waktu akan datang, sehingga nagari dalam perkotaan bisa diisi oleh sendi-sendi adat yang nantinya berperan dan disinergikan dalam menopang program pemerintahan berupa penguatan lokal," pintanya.

Agenda Pagelaran Basurah Adat Kematian Sebagai Perwujudan ABS-SBK di Nagari Pauh IX Menjadi Nagari Percontohan Adat di Provinsi Sumatera Barat" ini dihadiri oleh Camat Kuranji, Yandra, Kapolsek Kuranji, hninik mamak, bundo Kanduang, dan undangan  lainnya.

Editor: Novrianto Ucoxs
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »