Advertorial

Daerah

Wako Pariaman Ingatkan Kader Pentingnya Kesehatan Masyarakat

          Wako Pariaman Ingatkan Kader  Pentingnya Kesehatan Masyarakat
Wako Pariaman Ingatkan Kader Pentingnya Kesehatan Masyarakat
BENTENGSUMBAR.COM -  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan KB (DP3AKB) Kota Pariaman, menggelar acara pertemuan serta pembinaan dan  pemberian transportasi KIE, sekaligus untuk mengevaluasi kinerja para kader pos yandu dilapangan, sudah sejauhmana perkembangan dan capaian kerja mereka sebagai kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), dalam hal ini adalah Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa dan Sub Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD dan Sub PPKBD).

Acara  dibuka  Walikota Pariaman Genius Umar tersebut,  bertempat di Balairung Rumah Dinas Walikota Pariaman, Rabu (20/7), yang juga dihadiri oleh Kepala BKPSDM Kota Pariaman Irma Dawani, dan Kepala DP3AKB Gusniyetti Zaunit.

Genius Umar minta kepada para kader yang hadir, untuk bisa membantu pemerintah Kota Pariaman dalam melakukan percepatan penurunan stunting, agar di tahun 2024 nanti angka stunting di Kota Pariaman tercapai menjadi Zero percen (0%).

"Intervensi stunting harus kita mulai dari hulu yaitu, kepada remaja dan calon pengantin, pastikan remaja-remaja memahami akan pentingnya kebutuhan gizi sejak dari remaja serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat," sebut Genius Umar.

Genius Umar jelaskan, calon pengantin pastikan telah melakukan pemeriksaan kesehatannya di layanan kesehatan setempat, mendapatkan bimbingan perkawinan serta KIE dari petugas di lapangan atau Tim Pendamping Keluarga (TPK).

Selalu lakukan  pemantauan kepada ibu hamil sampai punya anak baduta, agar masa emas 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) berjalan optimal, baik di sisi kesehatan maupun pola asuh yang diterapkan.

Keluarga yang memiliki pasangan usia subur pasca persalinan agar mendapatkan pelayanan KB, agar dapat mengatur jarak kehamilan dari sebelumnya, sehingga optimal pengasuhan dan kasih sayang kepada anak yang dilahirkan.

Terakhir anak hingga umur balita pastikan mendapatkan ASI ekslusif, imunisasi lengkap, vitamin, makanan tambahan setelah umur lebih 6 bulan serta memantau dan mendampingi tumbuh kembang anak secara optimal.

"Untuk mewujudkan hal tersebut, tentunya semua daya upaya harus kita lakukan. Kota Pariaman kaya akan sumber daya pangan, hasil laut sangat berlimpah, diperkuat dengan adanya lintas sektor, mitra kerja, CSR, bahkan individu-individu yang mampu bisa membantu percepatan penurunan stunting di daerah ini", tuturnya.

Melalui kesempatan ini, kami  mengingatkan pada seluruh kader, pentingnya kesehatan bagi masyarakat, sejak bayi, anak-anak dan ibunya.

"Dengan budaya gotong royong, bantuan dari keluarga kepada keluarga sekitar yang beresiko stunting, akan sangat membantu juga dalam percepatan penurunan stunting.  Libatkan Ninik mamak, cadiak pandai, bundo kanduang, orang rantau, untuk berperan aktif  membantu, agar SDM Kota Pariaman semakin sehat dan berkualitas," pungkas Genius Umar.

Acara tersebut juga dimeriahkan dengan acara berbalas pantun sesama kader antar kecamatan dengan tema stunting, dan diberikan hadiah hiburan berupa payung untuk dibawa kader ketika turun ke lapangan. (tachi/AT)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »