Advertorial

Daerah

Mantan Kabareskrim Sampai Tak Percaya, Bharada E Tidak Terkena Tembakan: Sakti Juga Ini Anak

          Mantan Kabareskrim Sampai Tak Percaya, Bharada E Tidak Terkena Tembakan: Sakti Juga Ini Anak
Mantan Kabareskrim Sampai Tak Percaya, Bharada E Tidak Terkena Tembakan: Sakti Juga Ini Anak
BENTENGSUMBAR.COM - Komisaris Jenderal Polisi (purn) Susno Duadji menilai ada yang janggal dalam baku tembak antara Baharada E dan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat di rumah Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7).

Pasalnya, berdasarkan keterangan polisi, Brigadir J melepaskan tembakan sebanyak tujuh kali, tetapi semua meleset. Sedangkan Bharada E melepas tembakan lima kali.

"Saya katakan tadi sakti juga ini anak. Tujuh lawan lima (tembakan), ditembak duluan, dan yang lima ini tergores saja enggak. Jadi, sakti namanya kan?," kata Susno Duadji dikutip dari kanal Hersubeno Point, Minggu (31/7).

Mantan Kabareskrim Polri itu menyarankan agar tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tersebut membuka secara terang benderang apakah benar Bharada E punya keahlian dalam menembak.

Dia menyarankan ujian yang dilakukan salah satunya dengan diberi senjata dan peluru, kemudian memperagakan posisi saat terjadi insiden tembak-menembak saat peristiwa di rumah Irjen Ferdy Sambo.

"Apa jago tembak beneran, itu akan dibuka, karena tidak cukup hanya mengatakan saya jago tembak, bahkan saya pelatih. Ya, kalau di media itu bisa (ngomong) dia pelatih dan jago tembak walaupun baru masuk polisi," ujar pria kelahiran Pagar Alam, Sumatera Selatan ini.

Susno Duadji melanjutkan, berapa lama baku tembak yang terjadi dalam peristiwa tersebut maka selama itu pula Bharada E disuruh menghabiskan peluru sesuai dengan saat kejadian.

"Ditanya berapa lama tembak-tembakan itu.. oh sepuluh detik atau lima detik, habiskan semua peluru selama lima detik dengan menembak boneka atau patung yang tingginya mirip korban Brigadir J," kata Susno yang kini lebih memilih menjadi petani di tanah kelahirannya ini.

Dia melanjutkan hanya dalam uji nanti atau dikonstruksikan itu, salah satu yang hilang adalah tidak dalam kondisi psikologis seperti saat kejadian. Dalam arti, tidak ada yang mengancam atau menembak duluan.

"Tidak ada yang ngancam kan. Kalau pada peristiwa sebenarnya kalau betul terancam, waktunya pendek dan juga belum tahu itu magasinnya sudah dimasukkan ke senjata atau belum?," ujar mantan kapolda Jawa Barat ini.

Semua lima tembakan yang diletuskan Bharada E dan mengenai sasaran, itu semuanya harus dibuktikan secara benar dan disaksikan banyak orang.

"Mari diuji di lapangan supaya tidak menimbulkan keraguan masyarakat, karena semua enggak ada yang bisa ditutupi di zaman sekarang," kata jebolan Akabri Kepolisian 1977 itu.

Sebelumnya, Mantan Kepala Detasemen Khusus (Kadensus) 88 Antiteror Polri, Irjen (Purn) Bekto Suprapto juga menyebut Bharada E adalah sosok yang sakti dalam kasus tewasnya Brigadir J, dan juga misterius.
Kesaktian Bharada E bisa melebihi pangkat Jenderal.

"Bharada E ini terkesan sebagai sosok yang paling menarik perhatian, bahkan tokoh yang paling kuat, paling sakti. Dianggap melebihi jenderal kekuatannya. Mengapa begitu?," kata Bekto dalam kanal YouTube Polisi Ooh Polisi, Kamis (28/7).

Sumber: JPNN
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »