Advertorial

Daerah

Fotografer, Diandal Namun Tersempal

          Fotografer, Diandal Namun Tersempal
Fotografer, Diandal Namun Tersempal
BENTENGSUMBAR.COM - Masih ingat ketika tahun 1980-an tinggal di Kota Padang, Sumatera Barat. Tiap hari minggu pagi pergi marathon dari Jalan Air Camar ke Pantai Padang. Para fotografer telah menanti untuk mengabadikan momen di lokasi pantai. Jepret.. jepret.. digoyang-goyang beberapa saat.. langsung keluar gambarnya. Ya, film Polaroid namanya.

Sekarang, zaman berubah menjadi era digital 4.0. Semua kegiatan sudah serba digital. Gadget yang beredarpun sudah dibekali dengan kamera instan, tinggal jepret. Bahkan kamera compact yang biasa juga sudah ditinggalkan penggunanya, termasuk kamera DSLR.

“Tidak ada aturan yang paling benar dalam memotret,” pungkas Yulnovrins Napilus sering disapa Novrins pada sesi terakhir, Selasa (27/09).

Hal di atas terungkap dalam sebuah acara off-line yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat pada hari Senin – Selasa, tanggal 26 – 27 September 2022 bertempat di Hotel Ibis Padang. Tema acara: “Bimtek Fasilitasi Proses Kreasi, Produksi, Distribusi Konsumsi dan Konservasi Ekonomi Kreatif Bidang Fotografer”.

Febriadi sebagai panitia penyelenggara menjelaskan kepada peserta yang terdiri dari fotografer Kota Payakumbuh, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Tanah Datar bahwa:

“Sasaran yang hendak dicapai dari pelatihan ini adalah peserta mengetahui dan memahami : 1) Pengetahuan dasar kepariwisataan serta pemasaran digital, 2) Tahapan pengembangan pemasaran digital dan 3) Pentingnya fotografi dan bahasa yang efektif dalam pemasaran digital.”

Narasumber yang hadir selama pelatihan adalah 1) Yulnovrins Napilus dari praktisi, 2) Ramadhani dari travel jurnalis serta Donny Eros SS., M.A dari akademisi (Universitas Andalas Padang).

“Kodak adalah perusahaan pertama yang membuat kamera digital. Makanya tak heran jika berada di Sumatera Barat, orang Minang berucap ‘Bakodak ciek’ atau berfoto dulu,” ungkap Ramadhani.

Narasumber Eros menekankan pentingnya para fotografer membuat komunitas di daerah masing-masing dan dilanjutkan dengan dibentuknya Asosiasi Fotografer sebagai tempat bernaungnya para fotografer di Sumatera Barat.

Eros melanjutkan, “Hendaknya para fotografer bersatu dalam mengembangkan profesinya. Tanpa peran fotografer dalam mengangkat dan mempromosikan sebuah kegiatan atau tempat, maka kegiatan atau tempat tersebut tidak akan dikenal masyarakat luas. Khususnya bagi destinasi wisata atau Desa Wisata.”

Laporan: H. Ali Akbar
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »