Advertorial

Daerah

Survei: Kepuasan Terhadap Presiden Naik

          Survei: Kepuasan Terhadap Presiden Naik
Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo mencapai 72,3 persen.

Survei: Kepuasan Terhadap Presiden Naik
BENTENGSUMBAR.COM -  Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Joko Widodo mencapai 72,3 persen. Melalui jajak pendapat terbaru, angka itu naik dari level kepuasan pada Mei yang berada di angka 67,5 persen.


"Evaluasi terhadap kinerja presiden, sebanyak 72,3 persen masyarakat mengaku puas," ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam diskusi daring, Minggu, 4 September 2022.


Sementara, masyarakat yang merasa tidak puas saat ini sebesar 25,9 persen. Dari survei tersebut, yang tidak menjawab 1,8 persen.


Tingkat kepuasan yang cukup tinggi itu, sambung dia, sangat berhubungan dengan situasi ekonomi sebelum September. Terutama sebelum pemerintah menaikkan harga BBM subsidi dan nonsubsidi jenis pertamax.


"Kalau kita lihat korelasi antara tingkat kepuasan dengan ekonomi, ini sangat berhubungan," sambungnya.


LSI mencatat sebanyak 40 persen dari jumlah publik yang puas, mereka senang dengan kebijakan pemberian bantuan sosial terhadap masyarakat. Sementara, 32,6 persen dari total masyarakat yang tidak puas, mereka merasa kesal dengan harga kebutuhan pokok yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.


Berkaca dari temuan tersebut, Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda menyebut sangat besar kemungkinan tingkat kepuasan masyarakat terhadap presiden akan turun dalam beberapa waktu ke depan. Apalagi di tengah kenaikan harga BBM.


"Di sini ada data yang menarik. Data tertinggi yang menyebebakan masyarakat tidak puas adalah harga kebutuhan pokok yang meningkat. Kalau ditarik dengan kebijakan terbaru yaitu kenaikan BBM, biasanya, ketika BBM naik, akan ada implikasi pada harga kebutuhan pokok lain," jelas Hanta.


"Jadi kita bisa prediksi dengan mudah, kepercayaan publik kepada pemerintah akan turun. Apalagi kalau nanti penyaluran bantuan sosial tidak merata," lanjut dia.


Sumber: Medcom.id

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »