Advertorial

Daerah

Dapatkah Pj Gubernur DKI Jakarta Membersihkan Piring Kotor Peninggalan Gubernur Anies Baswedan?

          Dapatkah Pj Gubernur DKI Jakarta Membersihkan Piring Kotor Peninggalan Gubernur Anies Baswedan?
Dapatkah Pj Gubernur DKI Jakarta Membersihkan Piring Kotor Peninggalan Gubernur Anies Baswedan?
BENTENGSUMBAR.COM - Mendagri Tito Karnavian dijadwalkan melantik Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta pada Senin besok. Pelantikan akan digelar di gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Selamat datang dan silakan bekerja yang baik kepada Heru Budi Hartono Pj Gubernur DKI Jakarta hingga pemilu serentak 2024 terpilih gubernur definitif, selama masih ada waktu menuju 2024 mari maksimalkan waktu yang tersedia dengan baik," ungkap Samuel F. Silaen Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana) di Jakarta, Ahad (16/10).

"Tanpa mengurangi rasa hormat kepada gubernur yang sudah merasa cukup puas dengan kinerjanya selama ini. Entah apa yang sudah dikerjakan saya juga tidak tahu pasti. Hanya yang bersangkutanlah yang tahu apa yang telah dilakukan selama kurun waktu 5 tahun, " ujarnya.

Dikatakannya, sekarang masanya Pj gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono kudu tancap gas, sebab beliau PNS/ ASN karier di DKI Jakarta, tentu saja dia tidak asing lagi dengan suasana Pemda DKI 

"Pj Gubernur harus berani mengoreksi kebijakan pemerintah daerah yang serampangan dan ugal-ugalan selama kurun waktu 5 tahun yang pasca ditinggalkan, "jelas Silaen mantan fungsionaris DPP KNPI itu.

Menurutnya, Heru sebagai Pj gubernur harus lebih baik dari mantan gubernur Anies Baswedan yang sudah dideklarasikan sebagai bacapres oleh partai politik Nasdem. 

"Jadi tugas berat menanti Pj Gubernur untuk membenahi Jakarta menuju kota ramah industri pasca pindahnya ibukota negara ke pulau Kalimantan, "papar ketua umum organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) itu.

"Jadi Pj gubernur DKI Jakarta punya tugas berat karena banyak PR yang berat ditinggalkan oleh Anies Baswedan yang jago dan piawai retorika alias tata kata-kata namun jauh dari tindakan nyata," tandas Silaen. (r)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »