Advertorial

Daerah

Pendaftaran Starkidz dan Starteenz Resmi Dibuka, Prima Star Open Talent Siapkan 240 Lagu

          Pendaftaran Starkidz dan Starteenz Resmi Dibuka, Prima Star Open Talent Siapkan 240 Lagu
Pendaftaran Starkidz dan Starteenz Resmi Dibuka, Prima Star Open Talent Siapkan 240 Lagu
BENTENGSUMBAR.COM - Indonesia punya generasi muda yang berpotensi besar dalam berolah vokal. Potensi tersebut baik dari kalangan kanak-kanak maupun remajanya.

Namun sebagian dari mereka belum punya jalan untuk menyalurkannya. Menyikapi situasi tersebut, Prima Founder Records and Publishing membuka pendaftaran Program Prima Star Open Talent Starkidz dan Starteenz dari 1 November 2022 - 31 Januari 2023. 

Saat diwawancarai pada Minggu (30/10/2022), salah seorang pendiri dan pemilik Prima Founder Records and Publishing AM Kuncoro mengatakan, Program Prima Star Open Talent Starkidz dan Starteenz dibuka dalam rangka kelanjutan dari program yang sudah berjalan,  Stardutz dan Starkidz. Pada open talent kali ini ada Starteenz, tambahan untuk usia remaja. Starkidz untuk anak usia 7 - 12 tahun, Starteenz untuk remaja usia 13 - 17 tahun.

“Tujuan kami melakukan open talent untuk menemukan talent-talent baru yang berkualitas dalam dunia tarik suara. Para peserta yang jadi pertimbangan untuk lolos adalah mereka yang punya kemauan kuat, pengalaman berkarya, kekuatan media sosialnya, dan kesediaan mengikuti arahan dari syarat dan ketentuan yang diberikan Prima Founder Records dan Publishing,” kata AM Kuncoro.

Seperti dijelaskan oleh AM Kuncoro, program tersebut telah mempersiapkan 240 lagu, karya dari para penulis  lagu yang bernaung di bawah Prima Founder Publishing.

Adapun nama para penulis lagu tersebut, yaitu;  AM Kuncoro, Erdonas, Arko Hexario, Prasmanta, dan lainnya.

Program Prima Star Open Talent Starkidz dan Starteenz tersebut dibuka untuk 10 kota, yaitu: Yogyakarta, Semarang, Bandung, Surabaya / Malang, Manado, Kupang, Samarinda, Purwokerto, Palembang, dan Bondowoso / Tapal Kuda. 

Prima Founder Records and Publishing memilih kota-kota tersebut karena potensi talent-talent lokal dan jaringan media yang telah mereka miliki di sana.

Lebih lanjut AM Kuncoro menegaskan, walaupun pelaksanaan Program Prima Star Open Talent Starkidz dan Starteenz dilakukan pada 10 kota tersebut, namun tidak tertutup kemungkinan bagi para peserta yang berasal dari kota lainnya. 

Hanya saja proses produksi tetap akan dilakukan pada 10 kota tersebut.

Tahapan dalam Program Prima Star Open Talent Starkidz dan Starteenz dimulai dari proses pendaftaran.

Kemudian dilakukan seleksi awal dan dilanjutkan dengan seleksi online. Setelah terpilih 12 artis, dilakukan produksi audio dan visual sampai dengan para artis terepilih tersebut memiliki masing-masing 1 lagu. 

Pasca produksi, maka tahapan akhirnya adalah proses distribusi audio pada berbagai platform musik digital, musik videonya akan tayang di YouTube Channel Prima Founder TV.

Pada kesempatan yang sama, Rulli Aryanto yang juga pendiri dan pemilik Prima Founder Records and Publishing mengatakan, “240 lagu sudah kita siapkan untuk anak usia 7 - 17 tahun pada kategori Starkidz dan Starteenz. Program ini untuk mereka yang mau nyanyi dan berkarya. Jadi para peserta yang kami cari tidak selalu harus penyanyi, karena program ini untuk cari anak-anak yang mau nyanyi. Starkidz dan Starteenz bukan program festival, kami hanya cari siapa yang mau nyanyi, karena lagunya sudah disiapkan.”

Menurut Rulli Aryanto, Prima Founder Records and Publishing mempersiapkan 240 lagu untuk program tersebut karena menginginkan adanya pergerakan lagu yang sesuai dengan segmen usia kanak-kanak dan remaja. 

Sekarang lagu anak dan remaja nyaris kehilangan segmen. 

Prima Founder Records and Publishing ingin menjadikan karya lagu sebagai media edukasi dalam membentuk mental dan perilaku generasi muda, sebagai generasi yang baik untuk penerus bangsa.

Pendaftaran Program Prima Star Open Talent Starkidz dan Starteenz dapat dilakukan melalui nomor kontak WhatsApp: 082210075758, atau lewat link berikut ini:  https://tinyurl.com/PrimaFounder

Laporan: Muhammad Fadhli
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »