Advertorial

Daerah

Rahasia Produksi Dibalik Suksesnya Dapur Yonica

          Rahasia Produksi Dibalik Suksesnya Dapur Yonica
Rahasia Produksi Dibalik Suksesnya Dapur Yonica
MUNGKIN ada yang belum tau apa itu Manajemen Produksi, baiklah saya akan menjelaskan terlebih dahulu apa itu Manajemen Produksi sebelum kita membahas tentang cara produksi Dapur Yonica. 

Manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan berbagai sumber daya yang terdiri dari sumber daya manusia, sumber daya alat, sumber daya dana, dan bahan.

Manajemen Produksi juga memiliki tujuan seperti, Mengelola sumber daya manusia agar dapat memaksimalkan kemampuan dengan tugas yang diberikan, Mengatur tenaga kerja agar sesuai dengan keahlian masing-masing, Mengelola alat produksi mulai dari pembelian hingga perawatan agar tidak terjadi, kerusakan.

Setelah membahas sedikit tentang Manajemen Produksi, selanjutnya kita akan membahas tentang Dapur Yonica.  Dapur Yonica adalah salah satu UMKM yang bergerak di bidang produksi olahan makanan, khususnya rendang.

Didirikan pada tahun 2014 oleh Rosmawarty dan suaminya Abdul Karim di Perumahan Cendana Mata Air Tahap 4, Blok D, No 1, Kota Padang. Produk produk yang di produksi di Dapur Yonica antara lain, rendang Tuna, rendang lokan, rendang sapi, rendang jengkol, dendeng lado merah, dendeng lado hijau, tuna lado hijau, kerupuk kulit tuna, kerupuk tulang tuna dan pempek.

"Orang tua saya kan berasal dari Palembang sudah lama juga tinggal di Padang, dan sering buat makan Minang juga," ungkap Yordan anak dari pemilik Dapur Yonica tersebut ketika ditanya mengapa kebanyakan olahan dari Dapur Yonica adalah makanan Minang.

Yordan juga mengungkap, "Untuk bahan baku orang tua saya masih membelinya dari pasar tradisional seperti, Pasar Raya, Pasar Gaung dan Tanah kongsi."

Rahasia Produksi Dibalik Suksesnya Dapur Yonica
Ruang Produksi

Ternyata untuk bahan baku sang pemilik dari Dapur Yonica masih membelinya di pasar tradisional. Untuk bahan utama dari produk Dapur Yonica antara lain, tuna, sapi, lokan, tenggiri dan jengkol.

Saat ditanya soal karyawan Yordan mengatakan, " Dulu orang tua saya kerja paling dibantu sama art dan anak anaknya, tapi sekarang Dapur Yonica udah punya 3 orang karyawan."

Sudah beberapa bulan ini Rosmawarty di bantu oleh karyawan, yang tentu saja itu akan sangat membantu Dapur Yonica dalam memproduksi olahan produknya.

Agar mengahasilkan produk yang berkualitas, Dapur Yonica selalu menjaga kebersihan disaat produksi dan selalu menggunakan bahan bahan yang masih segar. 

Untuk produksi biasanya dilakukan oleh Rosmawarty dan karyawan, sedangkan untuk pengemas dan pendistribusian ke gerai oleh oleh dilakukan oleh suaminya.

Rosmawarty juga melakukan percobaan untuk menciptakan produk baru, seperti kerupuk tulang ikan tuna dan kerupuk kulit tuna. 

Ini dilakukan karena banyak tulang dari ikan tuna yang tidak terpakai, sehingga dari pada menjadi limbah Rosmawarty mencari cara agar tulang tuna yang tak terpakai itu dapat dimanfaatkan.

Rahasia Produksi Dibalik Suksesnya Dapur Yonica
Ruang Pengemasan.

Adapun cara membuat kedua produk tersebut. yang pertama cara membuat kerupuk tulang ikan tuna, langkah awalnya adalah tulang tuna di presto, setelah di presto tulang tuna dihancurkan hingga halus, kemudian tulang yang sudah halus di campurkan dengan tepung dan bumbu bumbu lainnya, setelah di campurkan adonan di cetak dan di jemur di atas teriknya matahari, setelah kering dan kandungan airnya berkurang kemudian kerupuk tersebut siap digoreng dan di kemasi.

Yang kedua cara membuat kerupuk kulit tuna, muka mula kulit dari ikan tuna yang sudah di ambil kemudian di jemur hingga kering dan kandungan airnya berkurang, lalu setelah kering kerupuk tersebut dapat digoreng dan setelah digoreng kerupuk kulit tuna dapat dikemas. 

Sungguh kreatif bagaimana cara pemilik dari Dapur Yonica tersebut dalam memanfaatkan bagian bagian dari ikan tuna yang tak terpakai.

Untuk jam operasional Dapur Yonica di mulai dari jam 9 pagi sampai jam 8 malam, Tapi itu tergantung berapa banyak produk atau pesan yang akan dibuat Dapur Yonica. 

Dalam sehari Dapur Yonica dapat memproduksi hingga total 25 kg, tapi itu jika Dapur Yonica menerima pesan khusus dari costumer nya. Dapur Yonica juga merupakan UMKM binaan dari PT Semen Padang.

“Selama ini, produk dari Dapur Yonica saya jual ke beberapa gerai oleh-oleh di Kota Padang dan pada umumnya rendang itu dibeli oleh wisatawan yang datang ke Kota Padang," ungkap Rosmawarty. 

Rendang Dapur Yonica juga mulai memasuki pasar nasional, terutama di Jakarta dan Batam. Itu semua berkat dari binaan CSR PT Semen Padang sejak 2016 melalui pemberian bantuan pinjaman modal usaha, termasuk pembinaan berupa pelatihan manajemen usaha, dan diikut sertakan ke berbagai pameran di berbagai kota. 

*Penulis: Muhammad Dega, Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Andalas.
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »