Advertorial

Daerah

Walikota Pariaman Sampaikan Nota Keuangan tentang RAPBD TA 2023, Perkiraan Belanja Pemko Pariaman Tahun 2023 Sebesar Rp 685 Milyar

          Walikota Pariaman Sampaikan Nota Keuangan tentang RAPBD TA 2023, Perkiraan Belanja Pemko Pariaman Tahun 2023 Sebesar Rp 685 Milyar
Walikota Pariaman Sampaikan Nota Keuangan tentang RAPBD TA 2023, Perkiraan Belanja Pemko Pariaman Tahun 2023 Sebesar Rp 685 Milyar
BENTENGSUMBAR.COM - Walikota Pariaman Genius Umar sampaikan Nota Keuangan tentang Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2023 pada Rapat Paripurna DPRD Kota Pariaman di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Pariaman, Senin (24/10/2022).

Penyampaian Nota Keuangan Walikota Pariaman tentang RAPBD dihadiri Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mahyuddin, Ketua DPRD Kota Pariaman, Fitri Nora, Wakil Ketua DPRD, Efrizal dan Mulyadi, Anggota DPRD Kota Pariaman, Forkopimda, Sekda Yota Balad, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kabag, Camat se-Kota Pariaman.

“RAPBD tahun 2023 merupakan tahun terakhir dari periode kepemimpinan kami. Oleh karena itu, pada tahun 2023 ini kami fokus untuk menuntaskan target-target RPJMD tahun 2018-2023 sehingga program dan kegiatan yang dianggarkan dalam rangka menuntaskan capaian RPJMD tahun 2018-2023 tersebut ,” ujarnya.

Genius menjelaskan, perkiraan belanja daerah tahun 2023 adalah sebesar Rp 685 milyar. Perkiraan belanja operasi sebesar Rp 510 milyar yang terdiri dari belanja pegawai dianggarkan sebesar Rp 307 milyar, belanja barang dan jasa dianggarkan sebesar Rp 196 milyar, belanja hibah semula dianggarkan sebesar Rp 5,2 milyar dan belanja bantuan sosial dianggarkan sebesar Rp 1 milyar.

Perkiraan belanja modal sebesar Rp 92 milyar terdiri dari belanja modal tanah dianggarkan sebesar Rp 120 juta, belanja modal peralatan dan mesin dianggarkan sebesar Rp 12,3 milyar, belanja modal gedung dan bangunan dianggarkan sebesar Rp 55,5 milyar, belanja modal jalan jaringan dan irigasi dianggarkan sebesar Rp 23,6 milyar dan belanja modal aset tetap lainnya dianggarkan sebesar Rp 472 milyar.

Selanjutnya, perkiraan belanja tidak terduga dianggarkan sebesar Rp 1,5 milyar. Perkiraan belanja transfer dianggarkan sebesar Rp 81 milyar yang terdiri dari belanja bagi hasil dianggarkan sebesar Rp 3,1 milyar dan belanja bantuan keuangan dianggarkan sebesar Rp 78 milyar.

Sedangkan perkiraan pendapatan daerah sebesar Rp 639 milyar, dengan rincian perkiraan PAD dianggarkan sebesar Rp 50 milyar yang terdiri dari pendapatan pajak daerah dianggarkan sebesar Rp 10,9 milyar, hasil retribusi daerah dianggarkan sebesar Rp 15,3 milyar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dianggarkan sebesar Rp 6,9 milyar dan lain-lain PAD yang sah dianggarkan sebesar Rp 17,5 milyar.

Kemudian penerimaan dana transfer dianggarkan sebesar Rp 582 milyar yang terdiri atas pendapatan transfer pemerintah pusat dianggarkan sebesar Rp 546 milyar, pendapatan transfer antar daerah dianggarkan sebesar Rp 36,4 milyar. Sementara perkiraan lain-lain pendapatan daerah yang sah dianggarkan sebesar Rp 6 milyar.

Kalau kita bandingkan antara pendapatan sebesar Rp 639 milyar dan belanja sebesar Rp 685 milyar terjadi defisit anggaran sebesar Rp 45,8 milyar. Defisit anggaran tersebut bersumber dari penerimaan pembiayaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu.

Genius berharap meskipun dengan segala keterbatasan keuangan daerah kita tetap mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perubahan taraf kehidupan dan peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat Kota Pariaman secara keseluruhan.(win/at)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »