Editors' Choice

Ketua MUI Larang Politik Praktis di Masjid Jelang Pemilu 2024

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah Cholil Nafis menyatakan pihaknya melarang aktivitas polit...

Apakah Mungkin Jokowi Sedang Galau, Apabila Semua Projects Prioritasnya Mangkrak? Simak Penjelasan Laksamana

          Apakah Mungkin Jokowi Sedang Galau, Apabila Semua Projects Prioritasnya Mangkrak? Simak Penjelasan Laksamana
Presiden Jokowi Berpidato di Depan Relawan di GBK. Apakah Mungkin Jokowi Sedang Galau, Apabila Semua Projects Prioritasnya Mangkrak?
"Orang yang pesimis selalu melihat kesulitan di setiap kesempatan. Tetapi orang yang optimis selalu melihat kesempatan dalam setiap kesulitan."

Imam Ali Kwh

BENTENGSUMBAR.COM - Akhir- akhir ini Jokowi disebut oleh pengamat politik dan kalangan masyarakat melakukan manuver politik menjelang akhir masa jabatan beliau. 

Lantas apa yang menjadi penyebab kegalauan dan kegelisahan bagi presiden Jokowi, hingga beliau turun gunung menyambangi relawan pendukung yang turut mengantarkan Jokowi ke kursi singgasana RI 1.

"Sampai- sampai disinyalir presiden Jokowi sedang galau berat, ini terpantau disetiap kata sambutannya, dibeberapa kesempatan panggung politik tanah air, sambutannya menitik beratkan soal jangan sampai salah pilih pemimpin yang di asosiasikan dengan calon presiden di 2024 nanti, "ujar Samuel F. Silaen Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), melalui keterangan tertulisnya kepada BentengSumbar.com, Senin, 28 November 2022.

Tentunya hal tersebut tidak berlebihan sebagai seorang pemimpin pemerintahan yang sedang getol- getolnya melakukan pembangunan dari pinggiran demi pemerataan pembangunan yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. 

"Ini bukan pekerjaan mudah dalam waktu yang singkat, "tutur alumni Lemhanas pemuda 2009 itu.

Apa yang presiden Jokowi kuatirkan itu cukup punya alasan kuat terkait dengan pengalaman riel-nya itu terjadi didepan mata beliau. 

"Bagaimana DKI Jakarta dikelola mantan gubernur yang sudah dideklarasikan sebagai sebagai capres 2024. Yakni DKI Jakarta dimana presiden Jokowi pernah menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta bersama wakilnya Basuki Tjahaja purnama alias Ahok, "ungkap aktivis organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) itu.

Ketika Jokowi- Ahok saat masih menjadi gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta punya beberapa program prioritas untuk mengatasi banjir yakni normalisasi dan lain- lain, tidak dilanjutkan dengan alasan istilah naturalisasi. 

"Inilah yang menjadi salah satu kekuatiran Jokowi, "ungkap Silaen.

Istilah yang sangat politis "Jokowi antitesis Capresnya Nasdem" yang mengusung tagline "perubahan" alias restorasi. 

"Disinilah presiden Jokowi jadi tidak happy dengan Nasdem yang mendeklarasikan mantan gubernur DKI Jakarta sebagai bakal capres 2024, "jelas Silaen.

"Berbagai indikator nyata tak sejalan dengan mantan gubernur DKI Jakarta pasca Jokowi- Ahok itu, yang banyak kalangan menilai gubernur Anies Baswedan hanya pinter olah tata kata-kata (baca; kalimat) yang bombastis tapi tidak bisa kerja, "kutip Silaen.

Jadi tidak bisa dipungkiri inilah salah satu yang menjadi penyebab utama kenapa sang presiden Jokowi galau diakhir masa periode masa jabatannya.

"Sebab presiden Jokowi tidak mau pembangunan yang telah dia gagas dan kerjakan jadi mangkrak ketika penerusnya bukan figur yang segaris dengan visi misi Jokowi, "papar Silaen.

Apalagi keterpilihan Anies Baswedan menjadi gubernur DKI Jakarta penuh dengan segala kontroversialnya. 

"Sampai- sampai disematkan bapak politik identitas, yang memakai politik "agama" sebagai cara untuk merebut kursi gubernur DKI Jakarta," jelasnya.

Hal yang terjadi di Pemilukada DKI Jakarta kemungkinan besar akan terulang kembali dengan spektrum yang lebih luas dan masif. 

"Ini jugalah yang dikuatirkan kembali membelah sosial masyarakat Indonesia di tahun politik yang sedang berjalan," urainya.

"Dalam situasi yang tidak menentu bagi kelangsungan pembangunan yang digagas dan sedang berproses diberbagai penjuru Nusantara menjadi kegelisahan bagi presiden Jokowi yang tidak mau pembangunan yang dia garap bisa berlanjut hingga memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh rakyat Indonesia," papar mantan fungsionaris DPP KNPI itu.

Presiden Jokowi yang sudah baik dan penuh prestasi, jangan sampai didegradasi oleh kepentingan politik yang mengatasnamakan rakyat yang dibungkus baju relawan pendukung Jokowi. 

"Jokowi harus dijaga marwahnya selaku kepala negara dan pemerintahan yang baik dan penuh kesederhanaan, untuk Indonesia lebih baik, "tutup Silaen. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BentengSumbar.com di Google News
Silahkan ikuti konten BentengSumbar.com di Instagram @bentengsumbar_official, Tiktok dan Helo Babe. Anda juga dapat mengikuti update terbaru berita BentengSumbar.com melalui twitter: