Advertorial

Daerah

Inalillahi Wa Inalillahi Rojiun, Zuyen Rais, Mantan Wali Kota Padang yang Juga Wartawan Senior Itu Meninggal Dunia

          Inalillahi Wa Inalillahi Rojiun, Zuyen Rais, Mantan Wali Kota Padang yang Juga Wartawan Senior Itu Meninggal Dunia
Inalillahi Wa Inalillahi Rojiun, Zuyen Rais, Mantan Wali Kota Padang yang Juga Wartawan Senior Itu Meninggal Dunia
BENTENGSUMBAR.COM - Kabar duka menyelimuti Ranah Bingkuang. Adalah Zuyen Rais, mantan Wali Kota Padang periode 1993 - 2003 yang juga mantan wartawan di Sumatera Barat meninggal dunia.

Kabar duka atas wafatnya Zuyen Rais disampaikan warganet di berbagai platfotm media sosial, mulai dari jejaring facebook hingga group WhatsApp.

"Telah berpulang keramtullah
Bpk ZUYEN RAIS ( Wali Kota Padang 1993 sd 2003 )

Rencana Zenazah bsk pagi akan disemayamkan di Balai Kota Padang

Selanjutnya akan dimakamkan di kampung Halaman Alm di B Tinggi Agam

Mohon di maaf kan semua kesalahannya.

An Kel Fauzi Bahar," ungkap Fauzi Bahar, mantan Walikota Padang periode 2004-2014, seperti dikutip dari Group WhatsApp Sumbar Membangun, Kamis malam, 10 November 2022.

Media ini mencoba mengkonfirmasi ke Kepala Bagian Promkopim Setdako Padang Amrizal Rengganis, tapi hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan.


Sekilas Tentang Sosok Zuyen Rais


Dikutip dari wikipedia.org, Drs. H. Zuiyen Rais, M.S. gelar Sutan Ibrahim (lahir 13 Desember 1940 adalah Wali Kota Padang, Sumatra Barat, Indonesia. 

Zuiyen Rais menjabat selama dua periode sejak tahun 1993 hingga 2003.

Setelah meraih gelar sarjana muda dari IKIP Padang (sekarang UNP, red), Zuiyen bekerja sebagai asisten dosen dan wartawan. 

Ketika bekerja sebagai wartawan Harian Aman Makmur, Zuiyen terpilih menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Padang (1968-1970). Ia mengikuti pelatihan jurnalistik di Belanda tahun 1969.

Sepulang dari Belanda, ia terpilih sebagai anggota Badan Pemerintahan Harian (BPH) Bidang Sosial Budaya Kotamadya Padang (1970-1974). 

Di sini ia memulai karier sebagai pegawai negeri bidang pemerintahan. Setelah itu, ia diangkat sebagai Kepala Terpedda Kotamadya Padang (1974-1980). Kemudian, ia menjadi Asisten I Bidang Pemerintahan (1980-1981).

Kemudian, Zuiyen diangkat sebagai Kepala Bappeda Tk. II Kotamadya Padang (1981-1987). 

Pada saat yang sama, ia menjabat Pembantu Rektor II Universitas Bung Hatta (1981-1986) - PTS yang didirikan oleh Hasan Basri Durin dan kawan-kawan termasuk Zuiyen sendiri.

Terdorong karena sudah menjadi pembantu rektor, Zuiyen melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. 

Ia meraih gelar S2 Master Penyuluhan Pembangunan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1986. Tesisnya berjudul Hubungan Ciri-Ciri Pribadi dan Perilaku Kepemimpinan Kepala Desa dalam Perencanaan Pembangunan Desa.

Tamat dari IPB, ia diangkat menjadi Asisten II Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesra Sekwilda Padang (1987-1990).

Ia lalu dipromosikan menjadi Kepala Bidang Sosbud Bappeda Sumbar (1990-1992). 

Ia juga diangkat sebagai Pembantu Rektor I Bidang Akademik UBH (1990-1993). Ia lalu diangkat sebagai Sekwilda Tk. II Kodya Padang (1992-1993).

Setahun menjabat Sekwilda, Zuiyen terpilih sebagai Wali Kota Padang pada tahun 1993 setelah dipilih oleh DPRD Kota Padang menggantikan Syahrul Ujud. 

Pada 2004, kadernya yang dia jemput langsung ke Jakarta, yaitu Fauzi Bahar menggantikannya sebagai Wali Kota Padang hingga 2014. (BY)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »