Advertorial

Daerah

Sambo ke Eks Kasat Reskrim: Jangan Ribut, Aib Keluarga

          Sambo ke Eks Kasat Reskrim: Jangan Ribut, Aib Keluarga
Sambo ke Eks Kasat Reskrim: Jangan Ribut, Aib Keluarga
BENTENGSUMBAR.COM - Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Rheky Nellson Soplanit mengungkapkan bahwa Ferdy Sambo sempat memperingatkan dirinya untuk tidak menyebarkan cerita di balik kematian Brigadir J.

Menurut Ridwan, kala itu Sambo menceritakan bahwa penembakan terjadi buntut dari pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J terhadap istrinya, Putri Candrawathi.

"Saat itu Pak FS [Ferdy Sambo] bilang jangan ribut-ribut, jangan ramai-ramai, jangan sampaikan kemana-mana karena ini terkait dengan pelecehan istrinya. Terkait dengan aib keluarga," kata Ridwan saat bersaksi di PN Jakarta Selatan, Kamis (3/11).

Jaksa lantas bertanya. Apakah Ridwan tidak melihat keanehan ketika Sambo berkata demikian mengingat hal tersebut merupakan tindakan pidana.

"Saudara kan sebagai kepala penyidik reserse satu ya, dengan perkataan Ferdy Sambo itu apa yang ada di benak saudara? Kan terjadi tindak pidana? Ya diserahkan saja," kata Jaksa.

"Saat itu kan tidak ramai-ramai itu dengan alasan bahwa saat itu merupakan aib keluarga," jawab Ridwan.

"Itu tindak pidana alasan pelecehan segala macam itu tindak pidana dalam benak saudara kok ada disembunyikan sih?" tanya Jaksa lagi

"Saya tidak berpikir itu," jawab Ridwan.

Dalam sidang kali ini, Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Rheky dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nurpatria.

Keduanya merupakan terdakwa kasus perintangan penyidikan atau obstruction of justice terkait penanganan perkara dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

Tindak pidana itu dilakukan keduanya bersama-sama dengan Ferdy Sambo, Arif Rachman Arifin, Chuck Putranto, Baiquni Wibowo, dan Irfan Widyanto.

Atas perbuatannya tersebut, Hendra dan Agus didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 subsider Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 233 KUHP subsider Pasal 221 ayat (1) ke 2 juncto Pasal 55 KUHP.

Sumber: CNN Indonesia 
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »