Sumbar

Anak Buah Sri Mulyani Bawa Kabar Buruk soal Ekonomi RI

          Anak Buah Sri Mulyani Bawa Kabar Buruk soal Ekonomi RI
Anak Buah Sri Mulyani Bawa Kabar Buruk soal Ekonomi RI
Iklan
BENTENGSUMBAR.COM - Risiko ketidakpastian global masih menghantui ekonomi Indonesia, sehingga diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV - 2022 berpotensi melambat.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu menjelaskan proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV dipengaruhi beratnya tantangan perekonomian pada akhir tahun, terutama sisi global.

Perlambatan ekonomi global menurutnya makin berdampak ke dalam negeri.

"Kita lagi estimasi, tapi kurang lebih di sekitar 5% atau sedikit di bawah 5%," kata Kepala BKF Febrio Nathan Kacaribu saat ditemui di kawasan DPR RI, Jakarta, dikutip Sabtu (10/12/2022).

Selain itu juga, proyeksi ini dipengaruhi juga faktor pertumbuhan ekonomi periode yang sama pada tahun lalu yang sudah terjaga di level atas 5%, dan konsisten hingga kuartal III - 2022 di level 5,72%. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2021 sebesar 5,02%.

"Cukup tinggi di kuartal IV tahun lalu, di kisaran 5%. Lalu di sisi lain kita sudah mulai melihat tanda-tanda bahwa kita harus antisipasi perlambatan ekonomi global. Ini yang harus kita antisipasi dan lakukan langkah-langkah supaya kita bisa meminimalisir dampaknya bagi ekonomi kita," tutur Febrio.

Febrio mengakui, memang ada faktor pengungkit pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV ini, seperti adanya penyelenggaraan KTT G20. 

Namun, kata dia, pada penyelenggaraan acara internasional itu baru mendorong dari sisi belanja turis, sedangkan komitmen investasi yang sudah terbangun baru akan terealisasi pada 2023.

"Aktivitas ekonomi kita secara langsung terpengaruh karena tourism terutama di daerah tujuan wisata dibandingkan tidak ada kegiatan G20," ucap Febrio.

"Tapi lebih dari itu dampak G20 terutama adalah memobilisasi dari modal, dari bisnis, yang berhasil kita lakukan itu banyak sekali. Mulai dari US$ 70an billion yang ada di beberapa inisiatif, terakhir di ETM ada US$ 20 miliar yang dari JETP, dan ada yang US$ 4-5 miliar dari save energi transition," ujar dia.

Kendati begitu, secara keseluruhan tahun ini, Ferbio mengatakan, pertumbuhan ekonomi masih bisa mencapai 5,2 persen atau sedikit di atas angka tersebut.

"Jadi, kita relatif untuk 2022 memang cukup solid, tantangan kita sekarang yang sedang kita siapkan justru adalah 2023. Kita berharap kita bisa terus mengantisipasi dan melakukan kebijakan-kebijakan yang kondusif untuk perekonomian kita," tambahnya.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BentengSumbar.com di Google News
Silahkan ikuti konten BentengSumbar.com di Instagram @bentengsumbar_official, Tiktok dan Helo Babe. Anda juga dapat mengikuti update terbaru berita BentengSumbar.com melalui twitter: