SUMBAR

Wait and See Investor di Tengah Sentimen-Sentimen Penekan IHSG

          Wait and See Investor di Tengah Sentimen-Sentimen Penekan IHSG
Wait and See Investor di Tengah Sentimen-Sentimen Penekan IHSG
"Orang yang pesimis selalu melihat kesulitan di setiap kesempatan. Tetapi orang yang optimis selalu melihat kesempatan dalam setiap kesulitan."

Imam Ali Kwh

Wait and See Investor di Tengah Sentimen-Sentimen Penekan IHSG

BENTENGSUMBAR.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) disebut masih akan tertekan pada awal tahun 2023 dengan setidaknya 4 sentimen yang menjadi penekan. 

Salah satu penekan IHSG disebut analis yaitu sikap investor yang masih wait and see menunggu pengumuman The Fed awal Februari mendatang.

Sentimen lain yang mempengaruhi pergerakan IHSG awal tahun yaitu potensi switching ke market China karena memiliki valuasi lebih rendah, prediksi harga komoditas yang cenderung bergerak turun serta adanya ramalan analis mengenai pertumbuhan ekonomi indonesia yang berada di bawah 5 persen.

Senior investment information Mirae Asset Sekuritas Martha Christina menyebutkan IHSG yang diperkirakan bergerak tertekan disebabkan minimnya transaksi di awal Januari.

“Hal ini terlihat dari wait and see investor terhadap data ekonomi terbaru dan jelang pengumuman Fed rate pada awal februari mendatang,” katanya dalam acara Media Day Mirae Asset Sekuritas, Selasa (10/1/2023).

Lebih lanjut Martha menjelaskan pada bulan Januari, IHSG diperkirakan bergerak di kisaran terbatas dengan support di level 6739 dan resistance di level 7084 dengan target IHSG di level 6953.

Hal senada diungkapkan Senior Investment information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta yang menambahkan IHSG tertekan oleh kinerja saham berkapitalisasi besar yang mengalami penurunan harga saham.

“IHSG yang tertekan saat ini memiliki support di angka 6.560 manakala IHSG mengadapi bearish karena faktor perlambatan pertumbuhan ekonomi global, kinerja saham berkapitalisasi besar dan harga komoditas yang cenderung berada dalam tren turun pada komoditas tertentu,” lanjut Nafan.

Martha menyebutkan prediksi komoditas batu bara dan minyak cenderung lebih rendah dibanding 2022 disebabkan oleh resesi, dimana resesi menyebabkann permintaan komoditas rendah meskipun china sendiri telah melonggarkan kebijakan Covid 19.

“Market China juga dibuka lagi sehingga membuat valuasi mereka lebih murah dan ada potensi outflow berpindah. Kemudian adanya ekspektasi bahwa tahun ini ekonomi Indonesia melambat dengan ramalan dibawah 5 persen,” kata Martha.

Saat ini, sektor yang menjadi penpang IHSG adalah sektor keuangan dan konsumsi. Mirae menyebut 4 saham big caps yaitu BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI dengan alasan peningkatan kredit dan kenaikan BI rate.

Kemudian saham sektor konsumsi yang sifatnya lebih defensive dengan ekpektasi tantangannya yaitu INDF, MYOR dan ICBP.

Sumber: Bisnis.com
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari BentengSumbar.com di Google News
Silahkan ikuti konten BentengSumbar.com di Instagram @bentengsumbar_official, Tiktok dan Helo Babe. Anda juga dapat mengikuti update terbaru berita BentengSumbar.com melalui twitter: