Ketum DPP Bapera: Thorium Energi Alternatif pengganti Batu Bara, Alat penggentar Indonesia Selanjutnya

BENTENGSUMBAR.COM - Sebagai Ketua Umum DPP Bapera, Fahd El Fouz A Rafiq mengatakan, Indonesia tinggal butuh nyali saja untuk jadi negara maju, SDA melimpah dan SDM tinggal dimaksimalkan dan diberi ruang. Thorium bisa jadi penggentar berikutnya agar Kehormatan Indonesia kembali mengangkasa 

Pilpres 2024 tinggal sebentar lagi, semua partai politik yang bertanding di tahun Shio Naga telah memanaskan mesinnya politiknya. Indonesia kedepannya perlu dipimpin oleh orang yang adil, yang tidak gila power, namun siap perang. Moto Vis Pacem Para Bellum sangat cocok untuk Indonesia baru. Negara kita cinta damai namun selalu siap untuk berperang, ucap Fahd El Fouz A Rafiq di Jakarta pada Selasa, (28/2). 

Ketua Umum DPP Bapera ini melanjutkan, Ide dalam kedamaian Indonesia terbaru kedepan adalah the world without super power (Dunia tanpa hegemoni) ini kunci kedamaian dunia yaitu, tanpa hegemoni, lalu untuk membuat kedamaian tersebut apa alatnya? 

Indonesia Diawal Era Orde Baru tepatnya tahun 1970 -an, PLTN digadang gadang akan dibangun di Gunung Muria, kudus,  Jawa Tengah dengan bahan baku Uranium. Hingga sekarang hal tersebut tidak terealisasikan, karena Uranium dapat menghasilkan plutonium dalam pengembangan senjata nuklir. Selanjutnya dalam setahun belakangan ini berkembang diskusi soal Thorium yaitu sumber energi terbarukan yang dikenal dengan Nuklir hijau , Thorium tidak dapat dikembangkan untuk senjata Nuklir, Alhasil, thorium tidak dapat disalah gunakan untuk tujuan persenjataan, dan juga aman sebagai sumber energi.

Seperti kita ketahui bersama Bumi Nusantara punya banyak mineral yang sangat di inginkan negara lain, sayangnya kekayaan alam Nusantara hanya komoditas, jadi alat transaksi dari asset tersebut. Asset yang berupa mineral itu Indonesia hanya dapat keuntungan tidak lebih dari 15%an, hanya dari pajak, sisanya asset hilang

Perlu sahabat ketahui bersama hanya tinggal Thorium harta yang belum bisa dimainkan para pemain tambang secara full. Karena dunia belum mau memanfaatkan Thorium sebagai mineral penting dan disisi lain Indonesia Secara teknologi Indonesia siap.

Mantan Ketum DPP KNPI mengungkapkan, “1 KG Thorium sama dengan 1000 ton Batu Bara, bila diprediksi listrik Indonesia lebih dari 1000 tahun dengan biaya seperempat dari sekarang yang akan membuat manufaktur, pabrik, mesin industri dibangun di Indonesia harga cost listriknya seperempat dibanding teknologi negara lain, ucapnya. 

Fahd menambahkan "kedepannya harus segera membangun listrik tenaga Thorium dikarenakan thorium lebih efisien dibanding batu bara dan uranium. Untuk menghasilkan 1 giga watt/tahun diperlukan batu bara sebesar 3,4 juta ton, dan uranium 2000 – 2500 ton. Sementara menggunakan Thorium kapasitas produksi listrik tersebut 1 Giga Watt hanya perlu 7 ton dalam setahun, sungguh sangat jauh perbandingannya, ucapnya.

Jika Indonesia memiliki 7,4 Giga Watt, Idealnya Indonesia perlu 200 Giga Watt dan di Tahun 2045 perlu 500 Giga Watt, maka setahun Indonesia hanya perlu 3500 ton Thorium. Jadi, 250.000 ton bisa untuk 71.0000 tahun. 

Dari sisi Geopoltik kita mesti mencermati negara negara ASEAN dan asia lain yang saat ini terus menggenjot pasokan energi listrik demi penguatan daya saing, mereka saat ini membangun listrik nuklirnya berbasis uranium tentunya bukan thorium lho ya. Saat ini Tiongkok sudah mengoperasikan 32 unit PLN dan sedang membangun 22 unit PLTN. 

Kita lihat negara berkembang seperti Bangladesh, Vietnam, Uni Emirate, Arab Saudi, Yordania, Kuwait telah memulai perencanaan membangun tenaga listrik tenaga Nuklir. Tiongkok tercatat menjadi negara dengan kepemilikan reaktor nuklir terbanyak di ASIA jumlahnya mencapai 53 unit dengan kapasitas 50,03 GWe hingga akhir tahun 2021. 

Sisi teknisnya, Thorium merupakan hasil pemurnian dari timah dan zikon, bila Thorium dimanfaatkan maka hal ini sekaligus menjadi implementasi paradigma waste to energy. Secara data, sumber daya Thorium di Indonesia adalah 250.000 ton sehingga Indonesia merupakan negara yang siap menjadi negara dengan ketahanan energi yang kuat selama lebih dari 1000 tahun. Namun juga mampu memasok energi listrik secara internasional. Lima daerah penghasil potensi thorium adalah bangka Belitung, kalbar, kaltim dan sul bar.

Vietnam sudah mulai membangun PLTN yang akan beroperasi tahun 2023 ini dan Bangladesh sedang membangun PLTN yang diharapkan beroperasi 2024, Malaysia memiliki roadmap yang mulai membangun pembangkit nuklir ditahun 2030. Apa road map Indonesia menuju Indonesia  2045? 

Nuklir Thorium Indonesia sebagai negara pemilik cadangan thorium terbesar di dunia jangan sampai ambyar seperti nikel yang membuat tiongkok menjadi penguasa nikel terbesar di dunia saat ini yang ditempat berbeda tambang Indonesia saat ini di sedot habis habisan. Jadi smelter bahan setengah jadi, tidak di refining, yang seakan smelter sudah maju industrinya masih dikadali tiongkok yang pemurniannya adalah disana dan cadangan nya menjadikan tiongkok penguasa nikel untuk baterai terbanyak di dunia. Nikel jadi pembelajaran agar tidak terjadi pada Thorium kedepannya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »