Sekdako Andree Algamar Apresiasi Stakeholder yang Telah Membantu Penanganan Banjir Beberapa Waktu Lalu

BENTENGSUMBAR.COM - Sekretaris Daerah Kota Padang Andree Algamar menyampaikan apresiasinya kepada seluruh stakeholder yang telah membantu dalam penanganan banjir beberapa waktu lalu di Padang.

Hal itu disampaikan Sekdako pada kegiatan Coffee Morning Kebencanaan di Lapangan Tugu Apeksi Balaikota Padang di Aie Pacah, Rabu (30/8/2023) pagi.

Sekda juga menyampaikan bahwa Coffee Morning yang diadakan untuk mengetahui sumber daya yang ada ketika terjadi bencana. 

"Dengan begitu kita dapat mengetahui sejauh mana kekuatan ketika terjadi bencana," tutur Sekdako Padang itu.

Sebagai daerah potensi bencana, Kota Padang mengintensifkan komunikasi dan informasi kebencanaan dengan sejumlah stakeholder.   

Usai melaksanakan senam pagi bersama, Sekretaris Daerah Kota Padang Andree Algamar serta unsur TNI/Polri dan kebencanaan duduk bersama di tenda yang telah disiapkan. Sambil sarapan pagi dan ngopi bareng, diskusi pun mengalir. 

Diskusi bertemakan kebencanaan berjalan penuh keakraban. Komunikasi dan informasi pun terjalin apik.

Direktur Eksekutif Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Kota Padang Patra Rina Dewi begitu mengapresiasi kegiatan coffee morning pagi itu.

Menurutnya, kegiatan ini dapat mencairkan komunikasi darurat. Sekaligus dapat memetakan potensi yang ada di masing-masing lembaga.

"Di coffee morning ini kita mendapat banyak informasi, dan komunikasi pun terjalin," ungkapnya. 

Dandenpom I/4 Padang, Kapten Cpm Sudirman mengaku serupa. Menurutnya, masalah bencana penting dicarikan solusinya. Solusi itu diperoleh melalui pertemuan yang intensif. 

"Termasuk melakukan sosialisasi tentang kebencanaan, baik di pendidikan formal, nonformal maupun di tengah masyarakat, sehingga kita semua mendapat informasi dan solusi," ujarnya. 

Tidak itu saja. Masukan dan saran juga tersampaikan dalam kegiatan coffee morning pagi itu. Seperti yang disampaikan Kadis Ops Lanud St Sjahrir, Mayor Bambang Brades. 

"Ketika terjadi bencana, Lanud dapat dimasuki masyarakat sebagai tempat evakuasi," ujarnya. 

Bambang mengatakan, sebagai tempat evakuasi, Lanud St Sjahrir butuh sarana dan prasarana agar dapat memudahkan masyarakat saat mengevakuasi diri.

Sarana yang dibutuhkan salah satunya yakni rambu-rambu evakuasi mulai dari pintu masuk hingga pintu keluar di Dadok Tunggul Hitam. 

"Kita juga berharap dalam komunikasi, masing-masing operator di instansi punya satu frekwensi radio yang sama," harapnya.  

Sementara, Danramil 6 Koto Tangah Zainal Candra menyampaikan harapannya agar dalam setiap terjadi bencana semua pihak dapat saling berkolaborasi.

Termasuk melakukan latihan bersama agar terjalin komunikasi antara pimpinan dan bawahan. 

Dalam pertemuan itu, Kabid PK BPBD Sumbar Fajar Sukma menekankan pentingnya dilakukan uji renkon untuk menggambarkan sumber daya yang ada. 

Selama ini menurutnya, setiap kali diadakan uji renkon selalu tidak dihadiri oleh pemangku kepentingan tiap daerah.

Pada Coffee Morning Kebencanaan itu nampak hadir sejumlah perwakilan organisasi kebencanaan serta perwakilan dari BUMN dan BUMD di Padang. 

Termasuk Asisten III Setdako Padang Corri Saidan, Plt Kalaksa BPBD Padang Yenni Yuliza, serta beberapa Kepala OPD di lingkup Pemko Padang.(Charlie / Leddy)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »