Bagas P. Nasution Tinjau Pustaka SMKN2 Sawahlunto yang Sudah 8 Tahun Dalam Kondisi Rusak Berat

Bagas P. Nasution Tinjau Pustaka SMKN2 Sawahlunto yang Sudah 8 Tahun Dalam Kondisi Rusak Berat
Bagas Panyusunan Nasution meninjau langsung kondisi bangunan yang menjadi prioritas utama dari aspirasi yang disampaikan pihak SMKN2. 
BENTENGSUMBAR.COM
- Dalam rangkaian Reses Perorangan Masa persidangan I tahun 2025-2026 yang salah satunya berlokasi di SMKN2 Sawahlunto (Sabtu 29/11/2025), Anggota DPRD Prov.Sumbar, Bagas Panyusunan Nasution meninjau langsung kondisi bangunan yang menjadi prioritas utama dari aspirasi yang disampaikan pihak SMKN2, yaïtu Bangunan Pustaka Sekolah yang telah 8 tahun Dalam kondisi rusak berat.

Terlihat di lapangan, dinding antara bangunan ruang baca dengan ruang pajang dan gudang pustaka dalam kondisi retak dan terpisah akibat hancurnya Dam penahan tanah serta longsornya tanah di bawah lantai bangunan ruang pajang dan gudang pustaka tersebut.

Melihat kondisi demikian, Bagas yang juga Sekretaris Komisi l DPRD Prov. Sumbar menyatakan akan membawa aspirasi yang telah disampaikan dalam sosialisasi sebelum tinjauan lapangan ini ke sidang DPRD dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi untuk mencari solusinya.

Plt. Kepala SMKN2 Sawahlunto, Ponidi S.Pd, menyampaikan pada awak media diruang kantornya usai kegiatan Reses Bagas P Nasution bahwa kerusakan bangunan pustaka ini telah berlangsung sejak tahun 2017 lalu.

Dia memaparkan, mulai dari kejadian ambruknya Dam penahan serta longsornya tanah dibawah lantai pustaka, pihak SMKN2 sudah běběrapa kali mengajukan permohonan bantuan untuk perbaikannya, baik ke Dinas Pendidikan (Disdik) tingkat Provinsi maupun Pusat.

"Awal pertama datang pak Kabid Disdik Provinsi, oleh beliau kita diminta untuk mengajukan atau melaporkan secara resmi ke Provinsi dan tak lama setelah itu datang tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumbar untuk meninjau kondisinya (tahun 2017)," kata Ponidi.

Dalam perkembangannya, kata dia melanjutkan, pihak Sekolah diminta untuk mengajukan proposal ke Pusat (Kementerian Pendidikan), namun hingga saat ini belum ada realisasinya meskipun pihak SMKN2 sudah běběrapa kali mengajukan permohonan.

"Terakhir pada bulan juni kemaren Dinas PU provinsi kembali datang melakukan survey dan hasil analisis nya menyatakan bahwa pustaka tersebut dalam keadaan rusak berat," ungkap Ponidi.

Akibat dari kondisi yang berlangsung dari tahun 2017, sekolah yang telah ditetapkan sebagai SMK Pusat Keunggulan tingkat Nasional pada tahun 2022 namun dengan peringkat Akreditasi C karena tidak memenuhi salah satu kriteria untuk mencapai Akreditasi A kembali.

"Sebelum tahun 2017, sekolah ini memiliki peringkat akreditasi A, namun anjlok karena rusaknya salah satu fasilitas yang ada," kata Plt Kepala SMKN2 dengan raut sedih.

Tak hanya itu, lantai yang berlubang di ruang pajang dan gudang pustaka menjadi tempat masuknya monyet (bagian belakang sekolah ini merupakan kawasan peladangan dan kebun penduduk) kedalam ruangan sehingga banyak buku yang rusak dan robek akibat ulah hewan tersebut.

Pewarta: Marjafri

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »