| Sebuah video yang memperlihatkan banjir merendam permukiman warga di Kecamatan Telukjambe Barat. Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi. |
Dalam video yang beredar, banjir dinarasikan melanda Kampung Kampek, Desa Karangligar, Telukjambe Barat, dengan ketinggian air disebut mencapai lebih dari tiga meter hingga menutupi atap rumah warga.
Tak hanya itu, lantai atas rumah panggung yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Barat di wilayah tersebut juga disebut ikut terendam.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan klarifikasi.
Ia menyebut video tersebut diambil dari sudut pengambilan gambar tertentu yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman mengenai kondisi sebenarnya di lapangan.
“Silakan lihat videonya. Di sampingnya itu rumah yang saya bangun, itu masih bisa ditinggali. Rumah-rumah yang terlihat tenggelam itu karena sudut pengambilan gambarnya mengarah ke rumah di samping rumah panggung yang saya bangun,” ujar Dedi.
Dedi menjelaskan, rumah panggung yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat di kawasan rawan banjir tersebut memang dirancang dengan ketinggian tertentu agar tetap aman dari genangan air.
Menurutnya, hingga saat ini rumah-rumah panggung tersebut masih dapat ditempati meskipun terjadi banjir.
“Rumah panggung yang dibangun itu memang memiliki ketinggian yang cukup, sehingga masih bisa ditinggali meskipun banjir,” tuturnya.
Ia menilai, video yang beredar tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi rumah panggung secara utuh karena fokus pengambilan gambar lebih menyoroti rumah-rumah warga non-panggung di sekitarnya yang terendam hingga atap.
Lebih lanjut, Dedi mengungkapkan bahwa pemerintah provinsi sebenarnya telah menawarkan relokasi kepada warga yang tinggal di kawasan rawan banjir sejak dirinya dilantik sebagai gubernur.
Namun, tawaran tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh warga setempat.
“Saya sudah menawarkan relokasi sejak saya dilantik menjadi gubernur, tetapi tidak semua warga bersedia,” ungkapnya.
Dedi juga mengaku sempat meminta data lengkap terkait rumah-rumah yang berada di wilayah rawan banjir tersebut sebagai dasar penanganan lebih lanjut.
Namun, data yang diminta tidak sepenuhnya diberikan oleh pihak desa.
“Saya sempat meminta data seluruh rumah yang berada di kawasan rawan banjir, tetapi kepala desa tidak memberikan data secara lengkap,” tandasnya. (*)
Sumber: JPNN.com
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »