Hadiri Rapat Pedagang, Kadis Koperindag Tekankan Peran Asosiasi Pedagang Silo Sawahlunto

Hadiri Rapat Pedagang, Kadis Koperindag Tekankan Peran Asosiasi Pedagang Silo Sawahlunto
Rapat bulanan Asosiasi Pedagang Silo Kota Sawahlunto (APESISTO), Senin (12/1/2026).

BENTENGSUMBAR.COM
- Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Sawahlunto, Tatang Sumarna, menekankan pentingnya peran asosiasi pedagang sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pengelolaan dan pengembangan kawasan Pasar Kuliner Silo. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rapat bulanan Asosiasi Pedagang Silo Kota Sawahlunto (APESISTO), Senin (12/1/2026).

Tatang menyampaikan bahwa aktivitas usaha di kawasan Pasar Kuliner Silo yang hingga kini masih dalam proses penataan tidak terlepas dari berbagai kendala di lapangan. Kondisi tersebut menuntut adanya koordinasi yang baik antara pemerintah dan para pelaku usaha agar setiap permasalahan dapat ditangani secara terarah.

Menurutnya, keberadaan asosiasi pedagang menjadi penting sebagai wadah komunikasi resmi yang menjembatani kepentingan pedagang dengan pemerintah daerah. Melalui mekanisme satu pintu, berbagai aspirasi, kritik, dan masukan diharapkan dapat tersampaikan secara terkoordinasi dan efektif.

“Asosiasi menjadi mitra pemerintah dan rujukan dalam berdiskusi mengenai kebutuhan bersama, sekaligus berperan dalam mendorong percepatan pengembangan kawasan ini,” ujar Tatang.

Ia menjelaskan, APESISTO saat ini menaungi sebanyak 106 unit usaha yang beroperasi di kawasan Pasar Kuliner Silo. Selain berfungsi sebagai organisasi perwakilan pedagang, asosiasi juga akan berperan aktif memfasilitasi pengembangan kapasitas usaha, antara lain melalui pelatihan manajemen, penguatan permodalan, peningkatan fasilitas, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan di luar program pemerintah daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Tatang juga menyoroti pentingnya kelengkapan data pelaku usaha. Dari 106 pedagang yang tercatat, baru sekitar 80 pedagang yang telah menyerahkan data kepada asosiasi.

“Kami mengimbau pedagang yang belum terdata agar segera berkoordinasi dengan asosiasi. Data ini menjadi dasar dalam penyaluran bantuan maupun pelaksanaan program pemberdayaan bagi pelaku usaha,” katanya.

Pada sesi diskusi, para pedagang kembali menyampaikan keluhan terkait belum terlaksananya penataan kawasan Pasar Kuliner Silo selama kurang lebih lima bulan pasca relokasi seluruh pedagang ke kawasan ini. Penundaan tersebut disebabkan masih menunggu proses perizinan dari perusahaan pertambangan PT Bukit Asam, kuasa pengguna lahan di lokasi itu (IUP).

Seperti diketahui, kondisi kawasan yang belum tertata dengan baik ini berdampak pada aktivitas perdagangan, terutama saat hujan. Genangan air dan kondisi becek di sejumlah titik mengurangi kenyamanan pengunjung dan menyulitkan pedagang, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap perputaran ekonomi di kawasan tersebut. (marjafri)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »