| Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menganalisis fenomena migrasi sejumlah kader Partai NasDem ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). |
Adi Prayitno menilai, ada dua faktor utama yang membuat PSI kian menarik bagi politisi lintas partai menjelang Pemilu 2029.
Pertama, PSI saat ini semakin identik dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Adi menilai, kedekatan PSI dengan Jokowi menjadi daya tarik elektoral yang kuat, terlebih setelah Jokowi menyatakan komitmennya untuk turun total memenangkan PSI.
PSI saat ini dipimpin putra bungsu Jokowi, Kaesang Pangarep.
Jokowi sendiri disebut-sebut duduk menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.
“Secara elektoral PSI akan kapitalisasi figur Jokowi. Itu yang sepertinya membuat kader PSI kian bergairah menyongsong pemilu mendatang," kata Adi Prayitno saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (23/1/2026).
Kedua, faktor figur Ahmad Ali dinilai turut memperkuat arus perpindahan kader NasDem ke PSI.
Kehadiran Ahmad Ali diyakini mampu membawa serta gerbong politik dan jaringan NasDem, yang berpotensi memperkuat mesin politik PSI secara signifikan.
Ahmad Ali sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai NasDem hingga akhirnya pindah ke PSI dan menjadi Ketua Harian DPP PSI.
“Faktor Ahmad Ali yang kemudian bisa membawa gerbong NasDem login ke PSI makin menambah kekuatan mesin politik bagi PSI," ucap Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia itu.
Lebih lanjut, menurutnya Rakernas PSI bisa jadi momen pengumuman Rusdi Masse bergabung dengan partai politik berlogo gajah tersebut.
Adapun, Rusdi Masse dikabarkan telah mengajukan pengunduran diri dari NasDem.
Hal itu menambah panjang daftar kader NasDem yang pindah ke PSI, setelah sebelumnya Ahmad Ali dan Bestari Barus.
Rusdi Masse Mundur dari NasDem
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai NasDem Rusdi Masse Mappasessu sudah mengajukan pengunduran diri dari NasDem.
Hal itu terkonfirmasi dari Bendahara Umum DPP Partai NasDem Ahmad Sahroni, saat dihubungi Tribunnews.com, Jumat (23/1/2026).
"Benar, sudah mengajukan surat mundur," ungkap Sahroni.
Adapun, isu yang muncul Rusdi bakal bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Saat ditanya mengenai isu tersebut, Sahroni tidak bisa memastikan.
"Tapi enggak tahu kalau dia ke PSI," katanya.
Untuk diketahui, Rusdi Massse Mappasessu ditunjuk menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Ahmad Sahroni.
Rusdi Masse sebelumnya menjabat sebagai anggota Komisi IV DPR RI.
Hal itu tertuang dalam Surat Fraksi Partai NasDem bernomor F. NasDem.758/DPR-RI/VIII/2025 bertanggal 29 Agustus 2025, seperti dilihat Tribunnews pada Jumat (29/8/2025).
Namun, selama menjadi pimpinan Komisi III DPR RI, Rusdi belum terlihat memimpin rapat selama dua kali masa sidang sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Bahkan, Rusdi jarang terlihat hadir pada rapat di Komisi III DPR. (*)
Sumber: Tribunnews. com
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »