| Wali Kota Padang, Fadly Amran, mendampingi Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. |
Dalam peninjauan ini, Menteri PU bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumbar Mahyeldi, dan unsur terkait mendengarkan pemaparan terkait kondisi intake dan jaringan perpipaan yang rusak akibat bencana hidrometeorologi, sekaligus mengevaluasi penanganan darurat serta rencana penguatan sistem penyediaan air bersih Kota Padang ke depan. Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas respons cepat pemerintah pusat dalam menangani krisis air bersih di Kota Padang.
Ia menjelaskan, pascabencana hidrometeorologi akhir November 2025, perbaikan intake dan jaringan perpipaan Perumda AM telah mencapai 98,9 persen dan ditargetkan rampung awal Februari 2026. Namun, distribusi air belum optimal karena masih menggunakan pipa sementara sehingga tekanan ke pelanggan belum maksimal. “Menyikapi krisis air bersih, Pemko Padang telah menggratiskan tagihan PDAM dan retribusi sampah bulan Februari bagi sekitar 1.382 pelanggan terdampak. Selain itu, kita juga menyiapkan langkah jangka panjang berupa usulan pembangunan sekitar 200 sumur bor komunal gratis di wilayah rawan kekeringan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fadly Amran juga memaparkan kondisi IPA Gunung Pangilun yang dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan solusi permanen melalui pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru sebagai bagian dari mitigasi bencana. “Kami mengusulkan dua SPAM baru berkapasitas 200 liter per detik dan 500 liter per detik. Alhamdulillah, salah satunya telah disetujui pemerintah pusat, yakni SPAM Palukahan dengan tambahan kapasitas 300 liter per detik,” tandasnya.
Sementara itu, Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung percepatan pemulihan sekaligus penguatan sistem air bersih di Kota Padang. “Kami memastikan penanganan krisis air bersih berjalan optimal pascabencana di Kota Padang. Sekaligus menyiapkan solusi jangka panjang agar sistem penyediaan air minum lebih aman, andal, dan tangguh terhadap bencana,” tegasnya.
Direktur Utama Perumda AM Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengungkapkan bahwa IPA Gunung Pangilun berkapasitas 500 liter per detik akan digantikan instalasi baru berteknologi modern karena instalasi lama peninggalan Grémont Prancis yang dibangun pada 1957 dinilai tidak lagi layak pascagempa 2009. “Instalasi baru akan dibangun di dekat intake Kampung Koto Gunung Pangilun di atas lahan sekitar 13.100 meter persegi dengan dukungan anggaran pusat Rp400 miliar. Proyek ini ditargetkan rampung akhir 2027 dan akan melayani sekitar 40.730 pelanggan atau 31 persen pelanggan Perumda AM Kota Padang,” jelasnya.
Selain meninjau IPA Gunung Pangilun, Menteri PU bersama Wali Kota Padang dan rombongan juga meninjau Irigasi Gunung Nago dan Intake Palukahan Lubuk Minturun sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh sistem penyediaan air minum di Kota Padang. (*)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »