| Pakar hukum tata negara, Mahfud MD menyorot aparat penegak hukum di Indonesia yang kurang kuat dalam pemberantasan korupsi. |
Sorotan tersebut disampaikan dalam menanggapi Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) oleh Transparency International Indonesia (TII) berada di angka 34 pada 2025.
Angka Indonesia tersebut berada di bawah negara Asia Tenggara lain seperti Timor Leste (44) dan Vietnam (41).
"Di lapangan agak kurang kuat ya, agak kurang kuat. Terutama KPK, di tahun lalu itu kan memang lemah sekali, seperti enggak bekerja apa-apa," ujar Mahfud dikutip kanal Youtube Mahfud MD Official, Rabu (11/2/2026).
"Sementara komitmen Presiden di mana-mana kejar korupsi," sambungnya.
Mahfud menilai, pernyataan dari Presiden Prabowo Subianto itu membuat aparat penegak hukum seakan ingin menunjukkan kinerjanya dalam pemberantasan korupsi.
Terbukti dari sejumlah pengungkapan kasus, di mana aparat penegak hukum menampilkan tumpukan uang barang bukti maupun sitaan kepada publik.
"Aparat penegak hukum nampaknya ingin menampakkan diri itu kepada publik, mengejar itu, tapi sebenarnya substansinya tidak sama dengan fakta korupsinya. Sehingga korupsi tetap banyak dari mana-mana, terkesan pilih kasus misalnya," ujar Mahfud.
Menkopolhukam itu menaruh hormat kepada aparat penegak hukum dalam pemberantasan korupsi.
Namun, ada persoalan yang lebih besar di mana aparat penegak hukum tidak dapat mencegah korupsi itu terjadi.
"Ya kan banyak kan yang dilakukan Kejaksaan Agung itu, dengan penuh hormat sudah melakukan banyak. Tetapi juga menjadi problem di dalam membangun persepsi tentang korupsi," ujar Mahfud.
Sebagai informasi, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) atau Corruption Perception Index (CPI) Indonesia berada di angka 34 pada tahun 2025. Angka ini turun 3 poin dari tahun lalu yaitu di angka 37.
“Skor Indonesia di tahun ini ada di angka 34, kemudian peringkatnya 180 negara lainnya, peringkat Indonesia ada di peringkat 109,” kata Manajer Program Transparency International Indonesia (TII) Ferdian Yazid dalam peluncuran Corruption Perception Index 2025 secara virtual, Selasa (10/2/2026).
Ferdian mengatakan, tidak hanya skor CPI, peringkat Indonesia juga turun 10 tingkat menjadi peringkat 109.
Dalam kawasan negara Asia Tenggara atau ASEAN, Indonesia menempati posisi kelima dengan skor 34 tersebut.
Sementara itu, Singapura masih unggul di peringkat pertama dengan skor CPI di angka 84, disusul Malaysia (52), Timor Leste (44), dan Vietnam (41).
“Kemudian di bawah Indonesia ada Laos (34), Thailand (33), Filipina (32), Kamboja (20), dan Myanmar (16),” ujar Ferdian.
Ferdian mengatakan, terdapat beberapa negara yang memiliki skor yang sama dengan Indonesia yaitu Aljazair, Laos, Malawi, Nepal, Sierra Leone, dan Bosnia & Herzegovina. Sementara itu, terdapat 10 negara dengan skor CPI 2025 tertinggi yaitu, Denmark (89), Finlandia (88), Singapura (84), Selandia Baru (81), Norwegia (81), Swedia (80), Swiss (80), Luksemburg (78), Belanda (78), dan Jerman (77). (*)
Sumber: Kompas.com
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »