Siapkan Arah Alokasi Anggaran Pemberdayaan Masyarakat, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Kaji Potensi Kelautan yang Sangat Besar

Siapkan Arah Alokasi Anggaran Pemberdayaan Masyarakat, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Kaji Potensi Kelautan yang Sangat Besar
Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi saat melakukan kunjungan kerja ke UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman, Sabtu (31/1).

BENTENGSUMBAR.COM
- Potensi kelautan dan perikanan di Sumatera Barat sangat besar. Khusus Kota Padang, sektor ini perlu dikelola secara optimal agar mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Demikian terungkap ketika Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi saat melakukan kunjungan kerja ke UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman, Sabtu (31/1).

Untuk itu, Wakil Rakyat dari Daerah Pemilihan Kota Padang ini, mendorong pengalokasian anggaran melalui usulan program dan kegiatan DPRD guna mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Muhidi menyatakan siap mendorong pengalokasian anggaran melalui usulan program dan kegiatan DPRD sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor kelautan dan perikanan.

Ia mengungkapkan, selama ini fokus kebijakan yang didorongnya berada pada sektor pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Namun, seiring meluasnya ruang lingkup tugas yang mencakup seluruh wilayah Sumatera Barat, sektor perikanan juga menjadi perhatian serius.

Oleh karena itu, Muhidi mendalami potensi sektor tersebut agar pengalokasian anggaran melalui usulan program dan kegiatan DPRD dapat diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala UPTD Konservasi dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat, Wandi Afrizal, menyampaikan bahwa potensi kelautan dan perikanan di Sumatera Barat sangat besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat pesisir. Ia menjelaskan, UPTD berperan menjaga ekosistem kelautan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut meliputi pemantauan kondisi terumbu karang, pengawasan aktivitas perikanan, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya kelautan. Menurut Wandi, wilayah kerja UPTD mencakup kawasan pesisir yang luas, mulai dari Kota Pariaman, Pesisir Selatan, hingga Kepulauan Mentawai. Karena itu, penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Selain melibatkan kelompok pengawas masyarakat (POKWASMAS), UPTD juga mendorong sinergi dengan Powisri sebagai kelompok wilayah bahari dalam pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat. Sinergi ini diarahkan untuk mengelola potensi sport fishing, snorkeling, dan diving secara terstruktur dan berkelanjutan. (*)

Editor: Zamri Yahya, SHI, WU

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »