Wawako Maigus Nasir Memberikan Materi pada Pelatihan Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah Daerah

Wawako Maigus Nasir Memberikan Materi pada Pelatihan Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah Daerah
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memberikan materi pada Pelatihan Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah Daerah. 

BENTENGSUMBAR.COM
- Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memberikan materi pada Pelatihan Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah Daerah yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Sumatera Barat, di Aula Masjid Taqwa Muhammadiyah, Minggu (8/2/2026).

Maigus Nasir menyampaikan materi bertajuk “Meneguhkan Dakwah Islam Berkemajuan di Era Digital di Kalangan Mahasiswa Muhammadiyah”. Pelatihan ini diikuti oleh perwakilan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) IMM kabupaten/kota se-Sumatera Barat.

Mengawali pemaparannya, Maigus Nasir menjelaskan bahwa kader mubaligh Muhammadiyah bukan sekadar individu yang mampu berceramah, tetapi merupakan kader gerakan dakwah yang membawa misi tajdid, yakni pemurnian ajaran serta pembaruan sosial sesuai Al-Qur’an dan Sunnah dengan manhaj Muhammadiyah.

“Kader mubaligh Muhammadiyah dibina secara sadar, sistematis, dan ideologis. Mereka terikat dengan nilai, tujuan, dan arah gerakan persyarikatan untuk mendukung dakwah berkemajuan di dunia,” ujar Maigus.

Maigus Nasir menegaskan, mubaligh Muhammadiyah tidak berorientasi pada popularitas atau viralitas semata, melainkan pada pencerahan umat, pembentukan kesadaran kritis, serta pembangunan peradaban Islam.

Maigus juga menjelaskan sejumlah kompetensi yang harus dimiliki kader mubaligh Muhammadiyah. Pertama, kompetensi ideologis sebagai fondasi utama, yang mencakup pemahaman Nilai Dasar Ikatan (NDI) IMM, trilogi IMM yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas, serta paradigma Islam Berkemajuan.

Kedua, kompetensi keilmuan, seperti pemahaman Al-Qur’an dan Hadis, dasar-dasar fikih dan ushul fikih, wawasan keislaman kontemporer, serta kemampuan membaca realitas sosial.

Ketiga, kompetensi dakwah dan komunikasi digital. Menurutnya, era digital menuntut setiap mubaligh menjadi komunikator publik yang mampu berbicara dengan baik, memahami karakter audiens mahasiswa, memiliki literasi digital, serta menjaga etika bermedia sosial.

“Seorang mubaligh harus hadir di ruang digital tanpa kehilangan kedalaman pesan dan adab. Kader Muhammadiyah harus menguasai dakwah di era digital ini dan menjadikannya sebagai peluang untuk  berdakwah,” tegasnya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »