Wako Fadly Amran Jadi Narasumber dalam bedah Buku Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatera Barat

Wako Fadly Amran Jadi Narasumber dalam bedah Buku Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatera Barat
Bedah buku Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatera Barat

BENTENGSUMBAR.COM
- Wali Kota Padang, Fadly Amran, menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan bedah buku Mitigasi Kultural: Pengetahuan Lokal Kebencanaan Masyarakat Sumatera Barat yang digelar di Bagindo Aziz Chan Youth Center, Selasa (10/3/2026).

Buku setebal 272 halaman itu ditulis oleh Yose Hendra, alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (Unand). Karya ini mengkaji berbagai praktik pengetahuan lokal masyarakat Sumatera Barat dalam menghadapi ancaman bencana.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi terhadap karya literasi yang mengangkat perspektif budaya dalam kebencanaan. Menurutnya, pendekatan kultural menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari strategi mitigasi bencana, terutama di wilayah yang memiliki kekayaan tradisi dan nilai adat seperti Sumatera Barat.

“Buku ini menjadi referensi penting untuk memperkuat literasi kebencanaan, sekaligus menghidupkan kembali peran budaya sebagai fondasi ketangguhan masyarakat. Mitigasi bencana tidak hanya soal teknologi, tetapi juga memerlukan kekuatan budaya dan nilai-nilai lokal dalam membangun ketahanan masyarakat,” ujar Fadly Amran dalam kegiatan yang diinisiasi oleh Ikatan Kekerabatan Antropologi Universitas Andalas (IKA UA) itu.

Lebih lanjut, Fadly Amran menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk terus mendukung tumbuhnya karya literasi, khususnya dari para penulis lokal. “Kami akan terus mendorong dan mendukung para penulis melalui berbagai program di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang. Kegiatan literasi seperti ini perlu digalakkan untuk menumbuhkan semangat menulis sekaligus memperkaya khazanah pengetahuan masyarakat,” tukas Wali Kota.

Ketua IKA FISIP Unand, Yefri Heriani, mengatakan kegiatan bedah buku ini bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai mitigasi bencana berbasis kearifan lokal. “Gaya penulisan buku ini sangat antropologis, sehingga layak untuk dibedah dan didiskusikan. Buku ini juga menunjukkan bahwa pengetahuan lokal merupakan bagian penting dalam mitigasi bencana di Sumatera Barat yang dikenal sebagai etalase bencana,” katanya.

Sementara itu, Yose Hendra mengungkapkan bahwa buku tersebut merupakan hasil dari kajian yang dilakukan di sejumlah daerah di Sumatera Barat yang memiliki tradisi dan nilai adat dalam menghadapi bencana. “Buku ini menunjukkan bahwa pesan mitigasi dapat disampaikan melalui tradisi, nilai adat, hingga kesenian. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung pemerintah dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai jenis bencana,” terangnya.

Kegiatan bedah buku tersebut diikuti oleh para akademisi, mahasiswa, pegiat literasi, serta berbagai unsur masyarakat yang antusias mendiskusikan gagasan mitigasi bencana berbasis kearifan lokal. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »