| Ahli Digital Forensik Rismon Sianipar menegaskan revisi buku Jokowi's White Paper dan penelitian yang telah terbit bukanlah menjadi masalah. Itu adalah hak dirinya sebagai peneliti. |
Rismon terpaksa buka suara mengenai penelitiannya soal ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
"Kenapa Rismon nggak boleh? Kenapa Rismon dilabel sebagai pembelot? Itu hak saya. Jadi kalau peneliti lain, ilmuwan lain boleh merevisi temuannya kok," ujarnya di Polda Metro Jaya, Rabu (1/4/2026).
Menurut dia, seharusnya dirinya tidak dipersepsikan sebagai pembelot. Ilmuwan ternama seperti Albert Einstein dan Isaac Newton saja pernah merevisi hasil temuannya.
"Einstein bisa merevisi formulanya, Newton sebagai penemu hukum mekanika juga bisa merevisi temuannya. Orang lain juga bisa merevisi temuan orang lain," katanya.
Dia menuturkan perubahan sikap dirinya dan penelitiannya terhadap ijazah Jokowi seharusnya tidak digoreng untuk mempolitisasi sesuatu.
Yang jelas, dia melakukan revisi penelitian merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai peneliti.
"Einstein sempat menertawakan temuan hukum termodinamika atau hukum mekanika dari Newton. Kenapa Rismon nggak? Jadi jangan dibawa-bawa ini, saya tidak mau masalah ini digoreng-goreng ke arah politik," ujar Rismon. (*)
Sumber: SINDOnews
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »