| Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah. |
“Kita tidak bisa lagi bergantung pada konsumsi. Investasi harus menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi,” ujar Mahyeldi.
Ia mengungkapkan, struktur ekonomi Sumbar saat ini masih didominasi konsumsi rumah tangga lebih dari 50 persen, sementara peran investasi belum optimal. Padahal, nilai investasi telah menunjukkan peningkatan signifikan dari Rp2,66 triliun pada 2022 menjadi Rp17,13 triliun pada 2025.
Namun demikian, tantangan muncul pada rendahnya penyerapan tenaga kerja. Karena peningkatan nilainya masih didominasi investasi padat modal belum padat karya. “Kita perlu mendorong investasi yang tidak hanya besar, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Pemprov Sumbar menargetkan nilai investasi di Sumbar akan terus bertumbuh secara konsisten mulai tahun 2026 hingga 2030, ditargetkan pada tahun 2027 mencapai Rp13,3 triliun dan meningkat hingga Rp18,8 triliun pada 2030. Pertumbuhan yang konsisten tersebut dapat menjadi mesin utama pemdorong kesejahteraan daerah. "Setiap daerah memiliki
keunggulan dan potensi masing-
masing yang jika disinergikan
secara terintegrasi, akan
mendorong perekonomian
daerah naik ke level yang lebih
tinggi, kita optimis untuk itu,”tegas Mahyeldi
Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Medrilzam juga menyarankan hal serupa kepada Pemprov Sumbar. Ia mendorong agar Sumbar mulai mengoptimalkan diversifikasi sumber-sumber ekonomi baru agar tidak bergantung pada aspek tertentu saja. Menurutnya, selama ini Sumbar masih terfokus pada aspek pertanian dan perkebunan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, Bappenas menyarankan agar daerah tersebut mulai berani mencari sumber lain agar tidak bergantung pada pertanian dan perkebunan saja. "Kita perlu melakukan diversifikasi (sumber ekonomi) yang lebih luas. Agar ekonomi Sumbar menjadi semakin tangguh," ucapnya.
Menurutnya, Sumbar tidak boleh hanya memproduksi bahan-bahan mentah tetapi harus mulai menciptakan produk turunan. Selain mendukung hilirisasi yang digencarkan pemerintah pusat, langkah ini juga mendorong kemandirian daerah. (adpsb/nov/bud)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »