| Karangan bunga PWI Cabang Sumatera Barat (Sumbar) atas meninggalnya Zulmansyah Sekedang. |
Saya langsung mengkonfirmasi ulang ke teman yang memposting secara Japri.
Saya sampaikan, saya info di grup Koordinasi Sekretari tentang Bang Zum, bang.
Teman tersebut langsung merespon. Katanya, siap bang. Saya dapat kabar dari bang Novrizon di grup Retreat. Saya konfirmasi teman-teman Sekretariat pada kaget juga karena jam empat sore tadi masih ngobrol di kantor, kata mereka.
Pukul 00.37 WIB, kabar berpulangnya Zulmansyah Sekedang saya teruskan kepada sejumlah grup wartawan yang saya ikuti, terutama grup PWI. Saya turut merasakan kehilangan, seorang teman dan sahabat. Pernah sama-sama di grup media yang sama, kemudian diakhir hayatnya beliau menjabat Sekjen PWI dan sangat mengayomi Sekretaris PWI se-Indonesia.
Saya mengenal Zulmansyah Sekedang, suatu sore di bulan Oktober 1998. Ketika itu saya sampai di Kantor Riau Pos bersama Oktaveri (kini bekerja di PT Semen Padang). Kami berdua dapat tugas mengerjakan Harian Umum Semangat di kantor Riau Pos. Zulmansyah Sekedang bersama Ade Adran Syahlan (alm) dan Raja Isyam Azwar (kini Ketua PWI Riau) sedang mempersiapkan penerbitan Riau Pos edisi Minggu.
Ketiganya menyambut kami dengan senang hati. Sambil bekerja, ketiganya terus melayani saya dan Oktaveri. Ketika disampaikan, kami akan belajar di Riau Pos, mereka merespon dengan candaan. Katanya, kalau sudah dikirim dari Padang ke sini, berarti sudah jagoan.
Belakangan saya mengetahui, Ade Adran Syahlan pernah ditugaskan sebagai Kepala Perwakilan Riau Pos di Sumbar. Ia berkantor di Bukittinggi. Dirinya juga bercerita tentang kenangan di Bukittinggi.
Interaksi dengan ketiganya terus berlanjut sejak Januari 1999. Saya bergabung dengan Padang Ekspres sejak sebelum terbit. Enam bulan edisi perdana Padang Ekspres dicetak di percetakan Riau Graindo, Pekanbaru. Saya menyelesaikan semua halaman yang akan dicetak di Pekanbaru, menindaklanjuti pekerjaan tim di Padang.
Selama bekerja di Pekanbaru, saya berinteraksi dengan banyak wartawan Riau Pos setiap hari. Ketika itu ada Kazzaini KS, Ade Adran Syahlan, Helmi Burman, Amsar (alm), Raja Isyam Azwar, Candra Ibrahim (mantan Ketua PWI Batam), Ramon Damora (mantan Ketua PWI Batam, dua periode)
Ada satu peristiwa yang tak bisa saya lupakan tentang Zulmansyah Sekedang. Ketika itu, saya termasuk salah seorang wartawan RPG yang diberi kesempatan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW), di Batam, tahun 2012. Saya tak sendiri dari Padang, ada Hendra Efison (kini Pemred Padek.Co), Revdi Iwan Syahputra (kini Pemred Rakyat Sumbar) dan Fajril Mubarak.
Dimalam pembukaan, panitia memperkenalkan para penguji. Satu persatu penguji tampil dengan kurenahnya. Salah seorang penguji tampil dengan cara dingin dan terkesan sangat tegas. Beliau menantang, siapa yang mengambil UKW Utama mau menjadi peserta ujinya? Beliau sekaligus mengatakan, standar kompeten dari saya harus tinggi!
Semua mata tertuju kepada sosok yang berdiri sambil angkat tangan, “saya!” sebuah suara menyambut tantangan penguji tersebut.
“Panitia, catat ya!” pinta penguji tersebut.
Satu sama lain saling bertatapan. Peserta yang “menyerahkan diri” tersebut bernama Zulmansyah Sekedang. Besoknya ada nama saya sekelas dengan Zulmansyah Sekedang. Alhamdulillah, seisi kelas kami dinyatakan kompeten dan berhak menyandang sertifikasi Wartawan Utama.
Komunikasi semakin intensif ketika dalam perjalanan, ternyata di Riau Pos Group (RPG) saya hampir seiring dengan Raja Isyam Azwar, Candra Ibrahim, Ramon Damora, dan Zulmansyah Sekedang. Rapat manajemen RPG, sebelum Pandemi Covid-19, rutin sekali tiga bulan, kami sering bertemu. Ketika Zulmansyah Sekedang menjadi Ketua Forum Pemred se-RPG, saya menjadi Pemred Padang Ekspres. Ada sejumlah kegiatan yang dilaksanakan.
Karirnya melesat bagaikan anak panah, dirinya tak hanya diberi amanah mengurus Riau Pos, tetapi juga anak perusahaan RPG di Sumut dan Aceh. Ia selalu terlihat riang gembira. Ketika kami bertemu, dirinya akan selalu menyapa dan bicara dalam bahasa Minang, tak jarang menyebut istilah-istilah dalam bahasa Minang.
Ketika pengurus PWI Sumbar, periode 2022-2027 dilantik, Zulmansyah Sekedang hadir bersama sejumlah pengurus dan anggota PWI Riau. Kehadirannya sangat mengejutkan dan membuat suasana semakin meriah.
Ketika Kongres PWI, di Jabar, 2023, Zulmansyah menjadi bintang. Saat itu dirinya bertarung dengan dua senior, Hendri Ch Bangun dan Atal S Dapari. Dua besar; Hendri Ch Bangun dan Atal S Dapari. Kendati dukungan suara Zulmansyah tidak sebanyak kedua senior tersebut, namun sangat menentukan arah dan keputusan Kongres PWI.
Zulmansyah dkk memberikan dukungan kepada Hendri Ch Bangun
Dikepengurusan PWI Pusat, 2023-2028, Zulmansyah dipercaya menjadi Waketum Bidang Organisasi. Kami semakin intensif berkomunikasi. Banyak hal yang saya tanyakan, baik langsung komunikasi suara atau Japri WA. Beliau selalu merespon sangat cepat.
Ketika ada masalah di PWI Pusat, Zulmansyah tampil di garda terdepan. Ia menjadi “tameng” untuk membawa PWI menjadi lebih baik. Berada direlnya. Ia berhasil meyakinkan “seterunya” di Kongres Jabar, 2023, kemudian bergandengan tangan mengantarkan Achmad Munir menjadi Ketua Umum PWI Pusat, menggantikan Hendri Ch Bangun melalui Kongres PWI Persatuan, 2025.
Zulmansyah kemudian dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal PWI Pusat. Sapaan keakraban kami tak berubah. Saya sering menyapanya dengan panggilan berbeda, antara Om Zum, atau Zum. Kata Zum merupakan kode beritanya saat menjadi wartawan di Riau Pos. Ia selalu memanggil saya dengan sapaan Uda.
Ia lebih sering menggunakan bahasa Minang jika berkomunikasi dengan saya mau pun dengan orang Sumbar lainnya. Hal ini sudah dilakukan sejak saya mengenalnya.
Saya terakhir bertemu Zulmansyah Sekedang disela-sela agenda HPN 2026 di Banten. Tak ada cerita serius. Hanya bercanda ringan, seperti biasa jika kami bertemu.
Ketika Pelantikan PWI Sumbar, periode 2024-2029 di Padang, beliau turut hadir bersama Ketum PWI Pusat Achmad Munir dan Ketua Dewan Kehormatan Atal S Dapari. Banyak hal yang didiskusikan. Diskusi ringan terjadi di Kantor PWI Sumbar dan juga lesehan menikmati durian di Jl Sisingamangaraja – Padang.
Kini, Zulmansyah Sekedang telah pergi untuk selamanya. Dipanggil Sang Khalik. (*)
Ditulis oleh: Firdaus Abie, Sekretaris PWI Cabang Sumatera Barat (Sumbar) dan Wartawan Senior di Kota Padang
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »