| Pada Sabtu, 25 April 2026, tempat tersebut dipenuhi oleh ratusan siswa yang mengenakan seragam lengkap dengan atribut kebanggaan mereka. (Foto/Diskominfo). |
Mereka adalah para Pramuka Penggalang yang berkumpul untuk mengikuti rangkaian seleksi tahap pertama dalam rangka menentukan wakil daerah yang akan tampil dalam ajang Jambore Nasional XII Tahun 2026.
Sebanyak 160 peserta yang berasal dari 48 Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah di seluruh wilayah Kabupaten Solok turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Mereka datang membawa harapan dan tekad yang kuat, dengan satu tujuan utama: menjadi bagian dari 32 orang terbaik yang akan diberi kepercayaan mewakili daerah ini dalam pertemuan kepramukaan berskala nasional tersebut.
Lebih dari sekadar proses pemilihan dan penyaringan kemampuan, kegiatan ini juga menjadi wadah pembentukan jati diri serta penanaman nilai-nilai luhur yang menjadi landasan gerakan kepramukaan.
Ketua Kwartir Cabang 0302 Kabupaten Solok, H. Candra, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam ajang setingkat nasional membutuhkan kesiapan yang menyeluruh, tidak hanya dari sisi keterampilan teknis, tetapi juga kematangan mental serta pemahaman yang mendalam terhadap nilai-nilai yang dijunjung tinggi.
“Kami ingin memastikan bahwa mereka yang terpilih nantinya benar-benar siap secara menyeluruh, baik dalam hal kemampuan maupun sikap dan perilaku. Sebab, peserta yang dikirimkan akan menjadi wajah dan representasi Kabupaten Solok di hadapan seluruh peserta dari berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa panitia pelaksana telah menyusun sistem penilaian yang terstruktur dengan baik, serta melibatkan tim yang berkompeten, guna menjamin seluruh tahapan seleksi berjalan secara adil, objektif, dan profesional tanpa adanya unsur yang merugikan salah satu pihak.
Sejak pagi hari, para peserta telah mengikuti serangkaian kegiatan secara berurutan, dimulai dari proses pendaftaran hingga berbagai ujian dan penilaian kemampuan yang telah disusun.
Ketua Panitia Seleksi, Afrizal M. Zen, menjelaskan bahwa setiap calon peserta harus melewati lima tahapan penilaian yang dirancang khusus untuk mengukur berbagai aspek keterampilan serta kesiapan mereka sebagai anggota Pramuka Penggalang.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap penyaringan. Pada tahap awal ini, kami akan memilih sekitar 70 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat untuk melaju ke babak selanjutnya. Setelah melalui penilaian yang lebih mendalam, akhirnya akan ditetapkan 32 orang terbaik yang terdiri dari 16 peserta putra dan 16 peserta putri sebagai perwakilan daerah,” jelas Afrizal.
Di tengah kesibukan dan keseriusan proses penilaian, suasana kekeluargaan tetap terasa kental dan menghangatkan suasana. Pada hari yang sama, momen berharga turut dirayakan, di mana Afrizal yang akrab disapa dengan sebutan Kak Kumis genap berusia 63 tahun. Perayaan tersebut dilaksanakan secara sederhana namun penuh makna melalui doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang pengurus, yang turut mempererat ikatan persaudaraan di antara seluruh peserta, panitia, dan pembina yang hadir.
Bagi para peserta, proses ini menjadi langkah awal yang berharga menuju pengalaman baru yang lebih luas dan bermakna. Jambore Nasional bukan sekadar ajang pertemuan antaranggota Pramuka dari seluruh penjuru tanah air, melainkan juga menjadi ruang pembelajaran yang nyata untuk memupuk rasa kebersamaan, melatih kemandirian, serta mengasah jiwa kepemimpinan yang akan berguna bagi masa depan mereka.
Melalui pelaksanaan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Solok beserta jajaran gerakan kepramukaan berharap dapat melahirkan duta-duta terbaik yang tidak hanya unggul dalam berbagai aspek, tetapi juga mampu mengamalkan dan menyebarkan nilai-nilai kepramukaan dalam setiap tindakan dan langkah kehidupan sehari-hari.(BO)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »