| Kehadiran hotel ini menandai hadirnya hotel bintang empat pertama di kota berstatus Warisan Dunia UNESCO tersebut. |
Pengembangan hotel ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Sawahlunto dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), yang turut dikawal oleh General Manager PTBA Unit Pertambangan Ombilin, Yulfaizon.
Acara tersebut dihadiri Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, Direktur Operasi dan Produksi PTBA, Ilham Yacob, Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovay Abdam, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Sawahlunto.
Di sela kegiatan, PTBA juga menyampaikan perkembangan rencana pengoperasian kembali tambang batubara di Ombilin, Sawahlunto, melalui metode tambang terbuka (open pit mining). Direktur Operasi dan Produksi PTBA, Ilham Yacob, mengatakan saat ini perusahaan tengah menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebagai syarat memperoleh persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Menurutnya, dokumen RKAB tersebut mencakup empat aspek utama, yakni landasan legal sebagai dasar operasional, instrumen pengendalian produksi dan pemasaran, standar keselamatan kerja dan lingkungan, serta aspek akuntabilitas kepada pemerintah.
Ia menambahkan, proses tersebut telah memperoleh rekomendasi dari Kementerian Kebudayaan pada Desember 2025, dengan target awal operasional tambang pada 2027.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Sawahlunto, Rovay Abdam, menyambut positif langkah optimalisasi aset tersebut. Pemerintah kota menilai kehadiran hotel serta rencana re-aktivasi sektor pertambangan dapat menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Langkah ini diharapkan mampu menggerakkan kembali roda perekonomian, membuka lapangan kerja, serta menjaga keseimbangan antara pelestarian warisan budaya dan pengembangan ekonomi berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai kota yang telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO, Sawahlunto dinilai memiliki peluang untuk mengintegrasikan penguatan sektor pariwisata berbasis heritage dengan pengembangan ekonomi melalui pemanfaatan sumber daya yang terkelola secara berkelanjutan.
Usai kegiatan, Direktur Utama PTBA bersama rombongan, didampingi Sekretaris Daerah Sawahlunto dan jajaran terkait, meninjau langsung kondisi kawasan Pasar Kuliner Silo Sawahlunto. Peninjauan tersebut dilakukan menyusul isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait penataan kawasan yang berada di bawah kewenangan PTBA sebagai pemegang kuasa penggunaan lahan. (*)
Pewarta: Marjafri
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »