| Anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Rusdi Saleh, menyampaikan tanggapannya menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik dan penyediaan fasilitas dasar harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. (Foto/Oktryoni). |
Anggota DPRD dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Rusdi Saleh, menyampaikan tanggapannya menekankan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik dan penyediaan fasilitas dasar harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
"Kami menyambut baik seluruh capaian yang telah disampaikan pemerintah daerah. Namun, kami ingin menegaskan kembali bahwa pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat harus menjadi skala prioritas. Contoh nyatanya adalah penyediaan dan pemeliharaan lampu jalan di seluruh wilayah. Fasilitas ini bukan sekadar perlengkapan penerangan, melainkan sarana utama yang menciptakan rasa aman, nyaman, dan ketertiban bagi warga saat beraktivitas, baik di siang hari maupun malam hari," tegas Rusdi Saleh saat memberikan tanggapan.
Ia juga menambahkan bahwa fasilitas umum yang terawat dengan baik akan memberikan dampak luas, mulai dari kelancaran aktivitas sosial hingga mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat. "Hal yang terlihat sederhana ini memiliki manfaat yang sangat besar. Kami berharap pemerintah daerah terus memprioritaskan hal-hal seperti ini dalam penyusunan program kerja ke depan, agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh seluruh lapisan masyarakat," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Solok secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 yang dibacakan langsung oleh Wakil Wali Kota Solok, Suryadi Nurdal. Laporan ini menjadi bentuk pertanggungjawaban atas seluruh program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, sekaligus menjadi laporan pertama dalam masa kepemimpinan periode 2025–2030.
Wakil Wali Kota menyampaikan bahwa berbagai capaian yang diraih merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pemerintahan, dukungan yang konstruktif dari DPRD, serta partisipasi aktif masyarakat. "Kami menyadari bahwa apa yang telah dicapai adalah buah kerja sama semua pihak. Di sisi lain, kami juga mengakui masih ada sejumlah target yang belum tercapai secara maksimal, dan hal ini akan menjadi bahan evaluasi serta perbaikan kinerja ke depan," ujarnya.
Pengelolaan Keuangan Berjalan Baik, Indikator Kesejahteraan Meningkat
Dari sisi keuangan daerah, kinerja yang ditunjukkan tergolong sangat baik dengan prinsip efisiensi dan efektivitas. Dari target pendapatan sebesar Rp575,34 miliar, realisasinya mencapai Rp589,77 miliar atau melebihi rencana hingga 102,51 persen
Rinciannya, Pendapatan Asli Daerah terealisasi sebesar Rp63,42 miliar atau 104,90 persen, sedangkan Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat sebagai sumber utama pendapatan daerah terealisasi sebesar Rp522,35 miliar atau 101,45 persen. Sementara itu, penyerapan belanja daerah mencapai Rp509,18 miliar dari total anggaran Rp550,50 miliar atau setara dengan 92,5 persen, yang digunakan untuk membiayai berbagai keperluan pembangunan dan operasional pemerintahan.
Secara makroekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Solok tercatat sebesar 3,61 persen. Angka ini memang sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, namun tetap lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Sumatera Barat yang hanya mencapai 3,37 persen.
Kesejahteraan masyarakat juga terlihat dari peningkatan Pendapatan Per Kapita yang naik menjadi Rp72,53 juta, serta Indeks Pembangunan Manusia yang meningkat menjadi 80,90 poin. Berbagai kemajuan juga dicapai di sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, hingga penyederhanaan birokrasi untuk mempercepat pelayanan publik.
Atas kinerja dan inovasi yang dilakukan, Kota Solok berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian yang diterima secara berturut-turut untuk kesembilan kalinya, penghargaan Kota Layak Anak, serta apresiasi di bidang penerapan teknologi dan tata kelola pemerintahan.
Teguh Hadapi Bencana, Bangkit Bersama Semangat Gotong Royong
Perjalanan pembangunan tahun 2025 tidak lepas dari berbagai tantangan, salah satunya adalah serangkaian bencana alam akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Mulai dari kebakaran hutan dan lahan pada bulan Juli, hujan lebat disertai angin puting beliung pada bulan Oktober, hingga bencana banjir besar yang terjadi di akhir tahun.
Banjir yang disebabkan oleh fenomena hidrometeorologi tersebut berdampak cukup luas, tercatat sebanyak 2.978 kepala keluarga atau setara dengan 9.375 jiwa yang tersebar di 9 kelurahan terkena dampak. Bencana ini menimbulkan kerusakan pada pemukiman warga, fasilitas umum, serta sarana perekonomian masyarakat.
Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Solok segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk melakukan penanganan serta pemulihan. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari pembersihan lingkungan yang melibatkan aparatur sipil negara, relawan, dan elemen masyarakat, hingga penyaluran bantuan sosial yang bersumber dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah daerah, serta dukungan para dermawan.
Berkat semangat kebersamaan dan gotong royong yang terjalin erat, dampak buruk akibat bencana dapat segera diminimalisir. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus memperbaiki infrastruktur pendukung, memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana, serta memastikan peristiwa ini tidak menyurutkan semangat untuk terus memajukan Kota Solok.
Penutup dan Harapan
Di akhir penyampaiannya, Wakil Wali Kota Solok menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta seluruh undangan yang telah memberikan perhatian penuh terhadap laporan pertanggungjawaban tersebut.
"Segala capaian yang kita raih adalah hasil kerja bersama, sedangkan kekurangan yang ada menjadi tanggung jawab kita untuk memperbaikinya. Apabila dalam penyampaian laporan ini terdapat kata-kata atau sikap yang kurang berkenan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," pungkasnya.
Pemerintah Kota Solok berharap, evaluasi menyeluruh terhadap kinerja tahun 2025 serta berbagai masukan yang disampaikan, dapat menjadi landasan yang kuat untuk menyusun rencana kerja yang lebih matang, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar lagi bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (BO)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »