| Di tengah ramainya aktivitas warga dan pengunjung yang datang menikmati suasana malam, Warung “Dewi Amor” menjadi salah satu titik kuliner yang ramai disinggahi pecinta makanan tradisional. (Foto: Marjafri). |
Di tengah ramainya aktivitas warga dan pengunjung yang datang menikmati suasana malam, Warung “Dewi Amor” menjadi salah satu titik kuliner yang ramai disinggahi pecinta makanan tradisional.
Tak hanya menawarkan sajian khas seperti Soto Daging, Soto Ayam, dan Ayam Penyet Cabe Ijo, warung ini juga menghadirkan suasana santai dan akrab yang membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati malam di pusat kuliner tersebut.
Pada malam hari, kawasan Pasar Kuliner Silo diramaikan oleh pengunjung dari berbagai kalangan.
Sebagian datang untuk menikmati sajian kuliner, sementara lainnya sekadar melepas penat sambil bercengkrama bersama keluarga maupun sahabat.
Soto Daging dan Soto Ayam racikan “Dewi Amor” menjadi menu favorit yang paling banyak dicari pengunjung.
Kuah hangat dengan aroma rempah yang khas menghadirkan rasa nyaman, terutama saat dinikmati di tengah suasana malam Sawahlunto yang sejuk.
Selain itu, Ayam Penyet Cabe Ijo dengan sambal khas bercita rasa pedas gurih turut menjadi andalan yang menggugah selera para penikmat kuliner malam.
Menariknya, suasana kawasan kuliner ini semakin hidup dengan keberadaan Warung Arkanza yang berada tepat di sebelah Warung “Dewi Amor”.
Di lokasi tersebut, para pengunjung tidak hanya menikmati makanan dan minuman, tetapi juga dapat berhibur karaoke bersama rekan maupun keluarga.
Alunan lagu yang bersahut-sahutan menciptakan suasana santai dan penuh keakraban, menjadikan kawasan Pasar Kuliner Silo sebagai salah satu pusat hiburan rakyat yang hidup di malam hari.
Sambil menikmati hiburan karaoke, pengunjung biasanya ditemani segelas teh telur atau serbat hangat yang menjadi minuman favorit masyarakat Sumatera Barat.
Perpaduan kuliner tradisional dan hiburan sederhana itu menghadirkan suasana khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
Keberadaan Warung “Dewi Amor” dan Warung Arkanza sekaligus menjadi gambaran bagaimana pelaku UMKM di Sawahlunto terus berupaya menghidupkan kawasan kuliner lokal agar tetap ramai, produktif, dan menjadi ruang interaksi masyarakat.
Di tengah perkembangan kota dan perubahan gaya hidup masyarakat, suasana sederhana namun hangat di Pasar Kuliner Silo itu tetap menjadi magnet tersendiri.
Bukan hanya soal rasa makanan, tetapi juga tentang kebersamaan, hiburan rakyat, dan denyut kehidupan malam Kota Sawahlunto yang terus hidup dari warung-warung kecil milik masyarakatnya. (*)
Pewarta: Marjafri
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »