Desa Bukit Gadang Wakili Sawahlunto pada Lomba TP PKK Sumbar 2026

Desa Bukit Gadang Wakili Sawahlunto pada Lomba TP PKK Sumbar 2026
Desa Bukit Gadang mewakili Kota Sawahlunto dalam penilaian Lomba Tim Penggerak PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026 yang digelar pada Kamis (21/5/2026). (Foto: Marjafri). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Desa Bukit Gadang mewakili Kota Sawahlunto dalam penilaian Lomba Tim Penggerak PKK Tingkat Provinsi Sumatera Barat 2026 yang digelar pada Kamis (21/5/2026).

Tim penilai yang dipimpin langsung Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat, Harneli Bahar, melakukan penilaian terhadap lima kategori, mulai dari sekretariat hingga Pokja I sampai Pokja IV. Salah satu fokus penilaian berada pada Pokja III yang membidangi pangan, sandang, dan papan atau tata laksana rumah tangga.

Ketua Pokja III PKK Desa Bukit Gadang, Osri Yelfi, mengatakan masyarakat desa telah menerapkan program Aku Hatinya PKK dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber ketahanan pangan dan tambahan ekonomi keluarga.

“Pekarangan dimanfaatkan menjadi lumbung hidup, warung hidup, apotek hidup, serta ditanami berbagai tanaman buah. Bahkan lebih dari 80 persen warga telah memiliki tambahan penghasilan dari budidaya ayam kampung petelur dan pedaging,” ujar Osri.

Program ketahanan pangan tersebut juga mendapat dukungan dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Sawahlunto melalui bantuan bibit, pelatihan, dan pendampingan teknis oleh penyuluh pertanian lapangan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Sawahlunto, Yessi Arza, mengatakan pihaknya tahun ini menyalurkan 800 batang bibit cabai untuk mendukung pengendalian inflasi sekaligus penguatan ketahanan pangan rumah tangga di Desa Bukit Gadang.

“Tahun ini kami memberikan bantuan sebanyak 800 batang bibit cabai kepada Desa Bukit Gadang. Jika desa ini berhasil meraih prestasi dalam lomba, bantuan bibit akan kembali ditambah agar desa dan kelurahan lain semakin termotivasi memanfaatkan pekarangan rumah,” kata Yessi.

Keberhasilan program tersebut juga terlihat dari aktivitas kelompok dasawisma di tingkat masyarakat. Salah satunya dikembangkan oleh Ketua Dasawisma Lavender, Eni Yarnis, yang kini mampu menghasilkan sekitar 250 ekor anakan ayam kampung KUB setiap bulan.

Selain beternak ayam kampung, Eni juga mengembangkan budidaya lebah tanpa sengat atau galo-galo di pekarangan rumahnya.

“Tahun lalu kami berhasil mengajak seluruh anggota dasawisma membudidayakan ayam kampung KUB. Mudah-mudahan tahun depan masyarakat juga bisa mulai mengembangkan budidaya lebah galo-galo,” ujarnya.

Untuk mendukung kebutuhan budidaya tanaman dan peternakan rumah tangga, masyarakat Desa Bukit Gadang juga mengembangkan inovasi penampungan air hujan sebagai sumber cadangan air rumah tangga.

Ketua Dasawisma Jahe, Desi Fitria, mengatakan setiap rumah didorong memiliki instalasi dan bak penampungan air hujan minimal berkapasitas tiga meter kubik.

Selain ketahanan pangan, Pokja III PKK Desa Bukit Gadang juga aktif mendorong pelestarian budaya lokal melalui penggunaan pakaian adat khas Minangkabau.

Ketua Pokja III PKK Kota Sawahlunto, Efdi, menyebut inovasi penggunaan tingkuluak bagi perempuan dan deta bagi laki-laki kini menjadi salah satu program percontohan di Sawahlunto.

“Inovasi Pokja III PKK Desa Bukit Gadang dalam memasyarakatkan penggunaan tingkuluak dan deta menjadi pilot project bagi Kota Sawahlunto. Kami berharap inovasi ini dapat direplikasi di seluruh desa dan kelurahan,” ujar Efdi.

Penilaian lomba TP PKK tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2026 tersebut diharapkan dapat menjadi momentum penguatan ketahanan pangan keluarga sekaligus pelestarian budaya berbasis masyarakat di Kota Sawahlunto. (*) 

Pewarta: Marjafri

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »