| Ketua Koperasi Swarna Migas Mandiri Erichan R BAc bersama manajemen PLN IP UBP OMBILIN dan tokoh masyarakat dalam momen peresmian pabrik pengolahan limbah FABA. (Foto: marjafri). |
Koperasi yang resmi berdiri pada Desember 2025 ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi masyarakat Kota Sawahlunto.
Koperasi tersebut terdaftar dengan Nomor AHU 0087719.AH.01.29 Tahun 2025 dan dipimpin oleh Erichan R., B.Ac., Dt. Malin Panghulu.
Saat ini, koperasi memiliki 23 anggota dan menjalin kemitraan strategis dengan PT Prinaltia Junta Perkasa dalam pengembangan sejumlah lini usaha.
“Melihat potensi daerah yang begitu besar dan dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat apabila dikelola secara baik, kami sepakat membentuk badan usaha berbentuk koperasi. Selain memperkuat partisipasi masyarakat, bentuk ini juga lebih efektif dalam mendukung proses perizinan dan pengembangan usaha,” ujar Ketua Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri, Erichan R., B.Ac., Dt. Malin Panghulu, saat peresmian pabrik pengolahan limbah FABA di Jalan Raya Kolok Rawang, Dusun Guguk Sumbayang, Desa Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin, Kota Sawahlunto, Jumat (15/5/2026).
Ubah Limbah FABA Menjadi Produk Bahan Bangunan
Salah satu unit usaha utama yang telah berjalan adalah pemanfaatan limbah FABA (fly ash dan bottom ash) menjadi berbagai produk bahan bangunan, seperti batako, paving block, u-ditch, dan kanstin.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, koperasi telah menjalin kontrak awal dengan PT Energi Prima Nusantara, anak perusahaan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Ombilin.
“Kami melihat limbah FABA memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah dengan benar. Selain membantu mengurangi limbah industri, usaha ini juga dapat menciptakan lapangan kerja dan menghasilkan produk konstruksi yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Saat ini, produk batako hasil produksi koperasi telah dipasarkan kepada masyarakat lokal.
Pengurus koperasi berharap dukungan media dan berbagai pihak dapat membantu memperluas promosi dan pemasaran produk.
Kembangkan Pupuk Organik MDK
Selain pengolahan limbah FABA, koperasi bersama PT Prinaltia Junta Perkasa juga merintis produksi pupuk organik dengan merek MDK.
Produk tersebut telah memiliki perizinan usaha atas nama perusahaan mitra.
“Pengembangan pupuk organik merupakan bagian dari upaya kami mendukung sektor pertanian dan menghadirkan produk yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Erichan.
Namun, pengembangan usaha ini masih menghadapi kendala teknis, terutama kebutuhan mesin penggilingan untuk meningkatkan tingkat kehalusan bahan baku.
“Saat ini tingkat kehalusan bahan masih berada pada Mesh 60, sedangkan untuk memenuhi persyaratan teknis dibutuhkan minimal Mesh 100. Karena itu, kami sangat membutuhkan mesin penggilingan agar kualitas produk dapat memenuhi standar yang ditetapkan,” jelasnya.
Diversifikasi Usaha dan Rencana Jangka Panjang
Sebelumnya, koperasi juga telah mendirikan dua pangkalan LPG yang beroperasi di Kecamatan Barangin dan Kecamatan Lembah Segar.
Unit usaha tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan yang memperkuat fondasi ekonomi koperasi.
Selain itu, koperasi tengah mengurus perizinan usaha di bidang pertambangan batubara sebagai bagian dari strategi diversifikasi usaha jangka panjang.
“Kami ingin koperasi ini tumbuh menjadi wadah ekonomi masyarakat yang benar-benar produktif, mandiri, dan mampu menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi anggota maupun masyarakat luas,” katanya.
Harapkan Dukungan Pemerintah Daerah
Pengurus koperasi berharap Pemerintah Kota Sawahlunto dapat memberikan dukungan aktif, baik dalam fasilitasi pengembangan usaha, penyediaan sarana produksi, maupun perluasan akses pasar.
“Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat berperan aktif, tidak hanya dalam proses pengembangan usaha, tetapi juga dalam membantu pemasaran produk agar usaha yang kami bangun benar-benar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujar Erichan.
Dengan pendekatan berbasis koperasi dan pemanfaatan potensi lokal, Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri diharapkan menjadi contoh konkret penguatan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Kota Sawahlunto. (*)
Pewarta: Marjafri
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »