PDIP Respons Usulan Prabowo soal Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah Indonesia

PDIP Respons Usulan Prabowo soal Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah Indonesia
Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi dan Keanggotaan 2025-2030 Andreas Hugo Pareira mengatakan penentuan bahasa asing yang diajarkan di sekolah sebaiknya diserahkan kepada kurikulum pendidikan dan kebutuhan masing-masing lembaga pendidikan. (Foto Ilustrasi: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Sejumlah petinggi PDI Perjuangan menilai wacana pengajaran bahasa Prancis di sekolah perlu dikaji secara mendalam dan tidak bisa serta-merta dijadikan mata pelajaran wajib di seluruh jenjang pendidikan.

Ketua DPP PDIP Bidang Organisasi dan Keanggotaan 2025-2030 Andreas Hugo Pareira mengatakan penentuan bahasa asing yang diajarkan di sekolah sebaiknya diserahkan kepada kurikulum pendidikan dan kebutuhan masing-masing lembaga pendidikan.

"Kalau soal selera bahasa, saya kira itu biar kurikulum sekolah-sekolah yang menentukan. 

Jadi jangan nanti kalau kita ketemu pemimpin dari satu negara, kemudian bahasa itu menjadi kurikulum wajib," kata Andreas.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat juga menyampaikan pandangan serupa.

Menurutnya, kebijakan pendidikan tidak bisa dibuat secara spontan hanya karena adanya kunjungan kenegaraan ke suatu negara.

"Tidak bisa serta-merta begitu Presiden berkunjung ke Prancis kemudian mewajibkan pendidikan bahasa Prancis di semua tingkatan sekolah," ujarnya. (*) 

Sumber: Kompas.tv

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »