| Penyerahan dan kunjungan tersebut diterima Wali Kota Pariaman, Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi didampingi Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar dan dinas terkait di ruang kerja Wakil Wali Kota Pariaman, Rabu (6/5/2026). (Foto/Diskominfo). |
Penyerahan dan kunjungan tersebut diterima Wali Kota Pariaman, Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi didampingi Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar dan dinas terkait di ruang kerja Wakil Wali Kota Pariaman, Rabu (6/5/2026).
Kunjungan tesebut, menindaklanjuti kerjasama Pemko Pariaman dengan PT Semen Padang dalam pengelolaan sampah.
Kegunaan tong sampah terpilah adalah memisahkan limbah berdasarkan jenisnya baik organik maupun anorganik dari sumbernya.
Hal ini memudahkan daur ulang, mengoptimalkan pengelolaan sampah, meningkatkan nilai jual sampah, serta menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan.
Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi menyampaikan Pemerintah Kota Pariaman serius dalam mengatasi persoalan sampah ini.
“Pemko Pariaman terus berupaya mengatasi permasalahan sampah yang menjadi tantangan besar bagi daerah. Produksi sampah organik dan anorgaik di TPA Tungkal Selatan perhari itu mencapai 45 ton. Namun saat ini, untuk mengatasi volume sampah, sampah ini sebelum masuk ke TPA sudah bisa didaur ulang terlebih dahulu menggunakan mesin pencacah sampah”, ujarnya.
Mulyadi menjelaskan bahwa mesin pencacah sampah yang kita miliki sebanyak tiga buah mesin dan sudah menghasilkan pupuk kompos bernilai ekonomis.
“Mesin pencacah sampah ini berfungsi memperkecil ukuran limbah menjadi potongan kecil untuk mempercepat proses pengomposan. Alat ini meningkatkan efisiensi produksi kompos, mengurangi volume sampah di TPA, serta mengubah limbah daun, ranting, dan sisa makanan menjadi pupuk organik padat/cair yang bernilai ekonomis”, terangnya.
Ia mengatakan saat ini pupuk hasil dari sampah tersebut sudah kita gunakan dan hasilnya sudah terbukti membuat tanamanan menjadi subur.
“Tetapi saat ini, pupuk yang kita hasilkan dari sampah tersebut belum bisa disalurkan. Dengan kunjungan dari tim PT Semen Padang hari ini, insya Allah minggu depan kita akan melaksanakan MoU dengan PT Semen Padang agar pupuk yang dihasilkan ini bisa dimanfaatkan”, sebutnya.
Ia juga menambahkan kita menginginkan Kota Pariaman bisa menjadi percontohan untuk daerah-daerah di Sumbar dalam pengelolaan sampah ini.
Sementara itu, Staf Alternative Fuel & Raw Material (AFR) atau Bahan Bakar dan Bahan Baku Alternatif PT Semen Padang, Musytaqim Nasra mengatakan kunjungan ini terkait pengelolaan sampah di Kota Pariaman.
“Informasi dari Pemko Pariaman, Kota Pariaman memiliki alat pencacah sampah dan sudah ada produk yang dihasilkan. Target kita adalah bagaimana produk tersebut bisa termanfaatkan dan memberikan nilai lebih untuk Kota Pariaman”, ujarnya.
Ia menyampaikan dalam waktu dekat, supaya produk ini bisa disalurkan dengan cepat, maka kita akan melakukan MoU dan perjanjian kerja sama antara PT Semen Padang dengan Pemko Pariaman tentang produk sampah terolah.
“MoU itu nantinya akan dijelaskan apa yang disediakan oleh Pemko Pariaman dan Semen Padang dan pola kerjasamanya juga seperti apa dalam pengolahan sampah tersebut. Di Provinsi Sumbar kalau secepatnya kita melakukan kerja sama, maka MoU dengan Kota Pariaman ini menjadi perdana dalam pengelolaan sampah. Di Sumbar ini yang pertama kita menerima sampah dalam bentuk cacahan atau yang sudah diolah dan bisa langsung dimanfaatkan. Kita berharap dengan MoU nanti, bisa mengurangi atau membantu pengolah sampah di Kota Pariaman dan bisa menjadi percontohan untuk daerah-daerah lainnya”, tutupnya.(ka/at)
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »