| Pemerintah Kota Sawahlunto meluncurkan pabrik pengolahan limbah fly ash dan bottom ash (FABA) milik Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri. (Foto: Marjafri). |
Ketua Koperasi Produsen Swarna Migas Mandiri, Erichan R., B.Ac., Dt. Malin Panghulu, menjelaskan bahwa koperasi yang resmi berdiri pada Desember 2025 tersebut kini beranggotakan 23 orang dan dibentuk sebagai wadah untuk mengelola potensi daerah agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami mengembangkan usaha pemanfaatan limbah FABA, yaitu abu hasil pembakaran PLTU Ombilin, menjadi batako, paving block, u-ditch, dan kanstin melalui kerja sama dengan PT Energi Prima Nusantara. Bersama PT Prinaltia Junta Perkasa, kami juga merintis produksi pupuk organik merek MDK serta tengah mengurus perizinan usaha di bidang pertambangan batubara,” ujar Erichan.
Ia berharap dukungan aktif dari pemerintah daerah dan berbagai pihak, terutama dalam penyediaan peralatan produksi dan perluasan pemasaran, agar koperasi tersebut dapat tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di Sawahlunto.
Dorong Koperasi sebagai Penggerak Ekonomi Lokal
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sawahlunto, Tatang Sumarna, mengapresiasi inisiatif pendirian koperasi tersebut. Menurutnya, koperasi merupakan badan usaha yang dibangun atas prinsip sukarela, kebersamaan, dan gotong royong.
“Keanggotaan koperasi bersifat sukarela dan terdiri dari masyarakat yang mendaftarkan diri secara resmi. Permodalan berasal dari simpanan pokok, simpanan wajib anggota, serta dukungan dari pihak luar yang sifatnya tidak mengikat,” ujarnya.
Ia menilai model usaha yang dikembangkan Koperasi Swarna Migas Mandiri menunjukkan bahwa koperasi dapat menjadi instrumen efektif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
PLN Indonesia Power Ombilin Siap Dukung melalui CSR
Dukungan juga datang dari PT PLN Indonesia Power UBP Ombilin. Manajemen perusahaan yang diwakili Assistant Manager Keuangan dan Umum, Hadi Mulyanto, menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan usaha yang memanfaatkan produk turunan limbah FABA.
“Bagi pihak yang berminat, silakan berkoordinasi dengan tim PLTU. Mudah-mudahan dapat memperoleh dukungan melalui program CSR terkait pemanfaatan dan pengolahan FABA,” katanya, didampingi Team Leader Lingkungan Wiki Nur Akbar dan Junior Officer Administrasi Umum Lismawati.
Diharapkan Menjadi Koperasi Percontohan
Wali Kota Sawahlunto yang diwakili Camat Barangin, Irma Mulyadi, menyampaikan harapan agar Koperasi Swarna Migas Mandiri dapat menjadi model pengembangan koperasi yang berhasil, sekaligus referensi bagi pembentukan koperasi-koperasi baru di daerah.
Pemerintah kota juga menekankan pentingnya menjaga kualitas produk agar mampu bersaing dengan bahan bangunan lain yang telah beredar di pasaran.
“Kami berharap hasil produksi memiliki standar mutu yang setara dengan produk sejenis sehingga dapat diterima luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Dihadiri Forkopimda dan Tokoh Masyarakat
Peluncuran pabrik tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Kepolisian Resor Sawahlunto, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Kota Sawahlunto Ir. Dahler Dt. Panghulu Sati, perwakilan Pengadilan Negeri Sawahlunto, jajaran manajemen PLN Indonesia Power UBP Ombilin, Ketua KAN Kolok, Ketua KAN Talawi, kepala desa se-Kenagarian Kolok, unsur organisasi perangkat daerah, serta tokoh masyarakat.
Peluncuran pabrik pengolahan limbah FABA ini menjadi tonggak penting dalam upaya memanfaatkan limbah industri secara produktif, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Kota Sawahlunto. (*)
Pewarta: Marjafri
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »