Pemkot Sawahlunto Dorong Pelestarian “Lomang Tungkek”, ASN hingga Pelaku Usaha Diajak Promosikan Warisan Budaya

Pemkot Sawahlunto Dorong Pelestarian “Lomang Tungkek”, ASN hingga Pelaku Usaha Diajak Promosikan Warisan Budaya
Upaya penyebarluasan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia “Lomang Tungkek Kanagarian Talawi”. Kebijakan itu tertuang dalam surat himbauan Wali Kota Sawahlunto Nomor 100.3.4.3/01/DISBUD-SWL/2026. (Foto: Diskominfo). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Pemerintah Kota Sawahlunto mengambil langkah strategis dalam memperkuat pelestarian budaya lokal dengan mengeluarkan himbauan resmi terkait upaya penyebarluasan Warisan Budaya Tak Benda Indonesia “Lomang Tungkek Kanagarian Talawi”. Kebijakan itu tertuang dalam surat himbauan Wali Kota Sawahlunto Nomor 100.3.4.3/01/DISBUD-SWL/2026.

Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Sawahlunto mendorong unsur pemerintahan, lembaga adat, dunia usaha, hingga masyarakat umum untuk ikut terlibat aktif menjaga eksistensi tradisi kuliner khas daerah yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2024.

Dalam himbauan itu dijelaskan bahwa “Lomang Tungkek” bukan sekadar makanan tradisional, melainkan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sawahlunto yang memiliki keterikatan kuat dengan momentum Hari Raya Idul Adha. Tradisi tersebut dinilai mengandung nilai historis, sosial, dan budaya yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pemerintah kota menegaskan pelestarian budaya tidak cukup hanya melalui dokumentasi, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata di tengah masyarakat. Karena itu, seluruh pihak diajak untuk:

- mewariskan tradisi kepada generasi muda,
- menjaga nilai luhur budaya,
- menghidupkan ekosistem budaya,
- serta memperluas publikasi budaya melalui berbagai media.

Melalui surat itu, kepala OPD, lurah, kepala desa, sekolah, BUMN/BUMD, instansi vertikal, LKAAM, KAN, bundo kanduang, pengelola hotel, homestay, hingga pelaku usaha kuliner diimbau menyajikan “Lomang Tungkek” selama perayaan Idul Adha 1447 Hijriah pada 25–29 Mei 2026.

Penyajian kuliner tradisional tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi konsumsi internal, tetapi juga diharapkan menjadi sajian bagi tamu dan wisatawan sekaligus rekomendasi oleh-oleh khas daerah.

Selain itu, Pemkot Sawahlunto turut mendorong promosi budaya berbasis digital dengan mengajak masyarakat mempublikasikan tradisi “Lomang Tungkek” melalui media sosial menggunakan tagline:

“Tando Bahagia Ghayo Oji”
(Tando Bahari Rajo Haji).

Langkah ini dinilai menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat identitas budaya lokal sekaligus mendukung sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.

Kebijakan tersebut juga mencerminkan upaya Pemerintah Kota Sawahlunto menjadikan pelestarian budaya bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan kolektif masyarakat dalam menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi dan perubahan sosial yang terus berkembang.

Dengan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, “Lomang Tungkek” diharapkan tidak hanya bertahan sebagai tradisi tahunan, tetapi juga berkembang menjadi simbol kebanggaan budaya Sawahlunto di tingkat nasional. (*) 

Pewarta: Marjafri

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »