| Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta bersama Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah melaksanakan penanaman pohon dalam program "Sejuk Asri" di lahan bekas tambang PT Guguak Tinggi Coal (GTC), Desa Salak, Kecamatan Talawi. (Foto: Diskominfo). |
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan kolaboratif yang digagas Polda Sumatera Barat untuk mendorong percepatan reklamasi dan penghijauan lahan pascatambang melalui sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan masyarakat sekitar.
Pada kesempatan itu, sebanyak 200 batang pohon ditanam di lahan seluas sekitar dua hektare. Jenis pohon yang ditanam terdiri atas 50 batang sengon, 75 batang kaliandra, dan 75 batang akasia yang dinilai memiliki kemampuan adaptasi baik untuk mendukung proses rehabilitasi lahan.
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa pemulihan lingkungan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak semata.
Menurutnya, keberhasilan reklamasi membutuhkan komitmen bersama serta keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
"Pemulihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, melalui Program Sejuk Asri, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga dan memulihkan alam harus menjadi gerakan yang melibatkan semua pihak," ujarnya.
Ia berharap program tersebut tidak hanya memberikan dampak ekologis melalui peningkatan tutupan vegetasi, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan yang pernah menjadi lokasi aktivitas pertambangan.
Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polda Sumatera Barat yang dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mempercepat rehabilitasi kawasan bekas tambang.
Menurutnya, kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, perusahaan pertambangan, tokoh masyarakat, dan warga sekitar menjadi faktor penting dalam mewujudkan keberhasilan reklamasi lahan pascatambang.
"Sinergi seluruh pihak merupakan kunci untuk mempercepat pemulihan kawasan bekas tambang agar kembali memiliki fungsi ekologis sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Jeffry.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Sawahlunto berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor dalam mendukung rehabilitasi lingkungan, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak aktivitas pertambangan pada masa lalu.
Selain berorientasi pada pemulihan fungsi lingkungan, program penghijauan juga diarahkan untuk mendukung pengembangan tanaman produktif yang berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Dengan demikian, upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
Sebagai kota yang memiliki sejarah panjang dalam industri pertambangan, Sawahlunto terus berupaya mengubah kawasan-kawasan pascatambang menjadi ruang yang lebih produktif, hijau, dan bermanfaat bagi generasi mendatang.
Program Sejuk Asri menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat komitmen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemulihan lingkungan memerlukan kerja bersama yang berkesinambungan. (*)
Pewarta: Marjafri
Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »
Next Post »