Iran Ancam Tutup Selat Bab al-Mandab jika Israel Tingkatkan Serangan

Iran Ancam Tutup Selat Bab al-Mandab jika Israel Tingkatkan Serangan
Iran mengancam akan menutup Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, jika Israel meningkatkan serangan militernya terhadap Teheran dan sekutunya di kawasan. (Foto: Int). 

BENTENGSUMBAR.COM
- Iran mengancam akan menutup Selat Bab al-Mandab, salah satu jalur pelayaran terpenting di dunia, jika Israel meningkatkan serangan militernya terhadap Teheran dan sekutunya di kawasan.

Ancaman tersebut disampaikan penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, Ali Velayati, di tengah meningkatnya ketegangan setelah Israel menyatakan akan memberikan respons "kuat" atas serangan rudal Iran ke wilayahnya.

Menurut laporan media pemerintah Iran yang dikutip CNN, Minggu (8/6), Velayati memperingatkan bahwa Teheran memiliki opsi untuk mengganggu lalu lintas di Selat Bab al-Mandab apabila konflik terus meningkat.

"Situasi keamanan saat ini di Bab al-Mandab seharusnya tidak membuat musuh salah perhitungan," kata Velayati kepada saluran televisi Press TV.

Ia juga memperingatkan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam konflik memiliki dua pilihan, yakni menghentikan eskalasi atau menghadapi langkah balasan yang lebih luas dari Iran.

Selat Bab al-Mandab terletak di antara Yaman, Djibouti, dan Eritrea. Jalur sempit tersebut merupakan salah satu koridor maritim paling strategis di dunia karena menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi rute utama perdagangan antara Eropa, Asia, serta negara-negara Arab.

Ancaman Iran muncul setelah Israel berjanji memberikan respons terhadap rentetan rudal yang diluncurkan Teheran. 

Serangan itu merupakan yang pertama sejak gencatan senjata pada awal April lalu dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.

Pengamat menilai Iran dapat memanfaatkan pengaruhnya terhadap kelompok Houthi di Yaman untuk meningkatkan tekanan terhadap lalu lintas pelayaran di Bab al-Mandab.

Jika jalur tersebut terganggu, dampaknya berpotensi dirasakan oleh perdagangan global, termasuk distribusi energi dan barang yang melintasi Laut Merah.

Sejak pecahnya konflik di kawasan, jalur pelayaran di sekitar Laut Merah telah menjadi salah satu titik rawan yang memengaruhi rantai pasok internasional dan biaya pengiriman global. (*) 

Sumber: Liputan6.com

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »